Langsung ke konten utama

Mengenal Lebih Jauh Negeri di Atas Awan, Lebak Banten

Kawasan wisata terbaru yang kini menarik minat wisatawan lokal untuk berkunjung yakni Negeri di Atas Awan yang letaknya di daerah Ciusul, Citorek, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Bagi kalian warga Bogor yang ingin menuju ke Negeri di Atas Awan yang ada di Lebak ini jalur yang lebih cepat adalah melalui Jasinga. Untuk saat ini saya belum/tidak mengetahui ada yang membuka jasa perjalanan atau paket wisata dari Jakarta menuju ke Negeri di Atas Awan di Banten. Ada yang tertarik mengambil kesempatan ini? Kemungkinan besar cukup menjanjikan asal lingkungan wisata tersebut tetap terjaga seperti sebelum menjadi viral. Mari kita ambil contoh mengukur berapa lama perjalanan dari satu hotel menuju ke Negeri di Atas Awan. Estimasi untuk jarak tempuh dari Le Dian Hotel & Cottages menuju Negeri di Atas Awan, Lebak, Provinsi Banten adalah -3 jam 15 menit jika menggunakan mobil, -2 jam 58 menit jika menggunakan motor, dan -23 jam jika berjalan kaki. Berikut ini harga tiket masuk Negeri di Atas Aw…

Terjebak Nostalgia [Review]


 

Raisa Andriana yang kita kenal sebagai seorang penyanyi, kini telah menjadi seorang pemain film yang berperan sebagai Raisa; karakternya sebagai seorang perempuan yang ditinggal oleh kekasihnya yang hilang saat terjadi badai Sandy. Namun Ia tidak bisa melupakan begitu saja.

Judul dari film perdananya ini mengambil dari salah satu hits-nya “Terjebak Nostalgia” yang ada di dalam album yang berjudul “Raisa” yang rilis di tahun 2011.

Berikut sinopsisnya:
Raisa mencintai Sora dan begitupun sebaliknya. Sepasang kekasih yang memiliki impian sama... untuk masa depan mereka... karir mau pun cinta.


Impian itu yang kemudian membawa Sora ke New York. Demi impian mereka yang semakin hari semakin nyata.

Tapi Sora... tak pernah kembali. Ke Jakarta. Ke Raisa. Impian itu kini terhalang kabut tebal.

Adalah Reza, sahabat Raisa, yang kemudian rela menemani Raisa ke tempat yang sudah merenggut Sora begitu saja. New York.

Dan sebuah perjalanan pun dimulai. Raisa, Reza dan... Sora. Perjalanan yang menyeret Raisa ke sebuah nostalgia... nostalgia yang antara menjebaknya atau justru membebaskannya.


Oke ini review versi saya...

Dalam film ini didukung oleh dua aktor yang menemani Raisa, ada Maruli Tampubolon sebagai Sora. Dia bukan hanya berakting, tapi juga menyumbangkan lagunya yang berjudul “Butterfly”. “Terjebak Nostalgia” juga menjadi film perdana baginya. Bagi kalian yang menyimak film serial "Patriot" di netmediatama, Ia berperan juga di tayangan tersebut. Di film ini Maruli sebagai Sora seorang pianis yang juga memiliki toko musik dan tempat les, Dimana kedua karakter ini bertemu (Raisa & Sora) di awal film. Karakter dari Sora juga seorang pria yang penuh percaya diri. Aktingnya pun cukup memukau, bahkan bisa dibilang "menang banyak". Girls... bersiap kalian dibikin klepek-klepek olehnya :)
Scene hujan-hujanan merayu Raisa adalah satu dari beberapa favorit scene di film ini bagi saya, melihat Raisa dengan wajah cemberut sih yang bikin suka (tetap cantik, tidak bisa terlihat dalam keadaan jelek kapan pun dimana pun selama film).
Satu aktor lagi yang bermain di film ini ada Chicco Jericho yang berperan sebagai Reza. Reza seorang koki yang hadir mengisi kehidupan Raisa yang tidak bisa merelakan hilangnya Sora. Karakter dari Reza yaaaa agak mirip dengan kehidupan percintaan saya :(
Scene favorit kedua saya di film ini adalah ketika di taman Raisa dan Reza kembali untuk “berkenalan” lagi. Jadi selama ini?..



Scene makan bersama di halaman rumah tone warnanya beda sendiri dan bagi saya kurang nyaman melihatnya. Selebihnya beberapa kali aerial scene kota New York tampil cantik. Di New York dengan bermodal ijin yang resmi, semua visualnya memanjakan mata. Biasanya kan film-film Indonesia banyak yang tidak ijin ke negara yang dijadikan lokasi syuting, sehingga visualnya kurang enak dilihat.
Terakhir....mohon maaf Raisa, cukup akting di video klip aja deh! Akting kamu di film ini kaku kaya kanebo kering. Berharap bisa meneteskan mata di scene “perkenalan” kembali itu, malah mendapatkan emosi yang datar....
Terjebak Nostalgia dapat kalian saksikan mulai 11 Februari 2016.

Raisa: “Dian Sastro apa Mariana Renata?”
Reza: “Raisa”


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Asia Pacific Predator League 2020 Dibuka! Lebih Seru dan Megah dengan Total Prize Pool US$400.000

Setelah menuai sukses dan menjadi ikon perhelatan kompetisi eSport terbesar di Asia Pasifik selama dua tahun berturut-turut (liputan tahun sebelumnya di sini dan di sini) tahun ini Acer kembali menyelenggarakan Asia Pacific Predator League 2020 yang lebih besar, spektakuler dan akan diikuti oleh semakin banyak talenta eSport. Negara yang berpartisipasi pun semakin banyak, menjadikan acara tahunan Acer ini semakin mendunia dan disukai oleh gamers mancanegara. Ribuan team di Asia Pasifik akan berpartisipasi untuk berlaga dalam dua kategori game yang dipertandingkan, yaitu DOTA 2 & Player Unknown’s Battlegrounds (PUBG).
Predator, brand dengan deretan perangkat gaming yang terlengkap, melalui Asia Pacific Predator League 2020 ini akan mengumpulkan para gamer dari 17 negara mulai dari Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand, Vietnam, Australia, India, Singapura, Hong Kong, Macau, Japan, Korea Selatan, Taiwan, Mongolia, Sri Lanka, Bangladesh, dan Myanmar. Para gamer yang bertarung untuk …

Sinopsis Sang Kiai

Pendudukan oleh Jepang ternyata tidak lebih baik dari Belanda, Jepang mulai melarang pengibaran bendera merah putih, melarang lagu Indonesia Raya dan memaksa rakyat untuk melakukan Sekerei. K.H. Hasyim Asy'ari (Ikranegara) sebagai tokoh besar agamais saat itu menolak untuk melakukan Sekerei karena beranggapan bahwa tindakan itu menyimpang dari akidah agama Islam, karena sebagai umat Islam hanya menyembah kepada Allah SWT. Karena tindakannya yang berani itu, Jepang menangkap K.H. Hasyim Asy'ari. K.H. Wahid Hasyim (Agus Kuncoro Adi) salah satu putra beliau mencari jalan diplomasi untuk membebaskan K.H. Hasyim Asy'ari. Berbeda dengan Harun (Adipati), salah satu santri K.H. Hasyim Asy'ari yang percaya cara kekerasanlah yang dapat menyelesaikan masalah tersebut. Harun menghimpun kekuatan santri untuk melakukan demo menuntut kebebasan K.H. Hasyim Asy'ari. Tetapi Harun salah karena cara tersebut malah menambah korban jiwa. K.H. Wahid Hasyim dapat menenangkan diplmasi ter…

Tunjang Produktivitas dengan Modern PC

Zaman kita sekarang ini bekerja itu bisa dibilang dapat di mana aja, seperti saya yang saat ini mengerjakan tulisan ini, saya tulis di rumah (kontrakan) baru saya di daerah Cilandak. Era yang dapat disebut sebagai eranya achievement.
Definisi dari modern Life productivity menurut Hadi Gunawan Sugito, Consumer Master Trainer Microsoft Indonesia dalam presentasinya  Organize your life, kita akan lebih bisa mengoptimasi kehidupan kita. Secure, zaman sekarang keamanan itu sangat penting. Data, contohnya di dalam telepon selular kita pastinya ada banyak, akan lebih penting lagi data apa yang ada di dalamnya.Unlock your creativity, zaman sekarang untuk mengoptimasi sebuah kreativitas orang tidak terbatas pada tempat atau device, tapi orang mau bekerja dengan device apa aja dia masih bisa menunjang sebuah prduktivitas. Pursue your passion, bagi teman-teman yang menghadiri acara ini tentunya sebagai orang yang gemar menulis.
Dengan adanya modern life, kita semua tidak berpatokan pada tempat …