Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2015

My Borneo Wild Adventure

Malem ini sebenarnya saya baru habis nonton (duluan) film terbaru om Arnie yang tagline terkenalnya sejak film pertama rilis " I'll be back! ". Iya saya memang tergolong pemalas untuk menulis review dari film-film yang (seringnya) dapat nonton duluan. Saya lebih suka untuk berdiskusi dengan teman-teman yang akan ikut menonton juga setelah membaca beberapa kicauan saya di akun Twitter  +Nontoners Bogor .  Sebelum saya berangkat tadi menuju lokasi Mall berlangsungnya acara pemutaran perdana, informasi blog competition "Borneo Wild Adventure" sayang jika dilewatkan dan tidak saya coba. Biar lebih hafal dengan ketentuan lombanya, saya menuliskan (di kertas) kembali. "Borneo"    ketika mendengar nama pulau ini beberapa kata dan kalimat yang langsung ada di kepala adalah... Pulau terbesar... Sungai-sungai yang lebar...   Jalan raya yang menantang...  Anaconda's and The Black Orchid...  Hehe yang terakhir saya menyebut satu judul

Yuk Camping Di Citra Alam Riverside

Akhirnya mendapatkan kesempatan juga mengikuti kegiatan selain berkunjung ke Mall (biasanya sih cuma ke bioskopnya). Dalam beberapa tahun terakhir saya berkesempatan untuk mengikuti pemutaran perdana dari beberapa film, baik itu film nasional ataupun film impor.  Camping bagi anak muda yang lahir di akhir tahun 90-an dan di awal era 2000-an mungkin terdengar aneh. Saya sendiri terakhir mengikuti camping saat masih SD di acara Persami (Perkemahan Sabtu Minggu) dan masih ingat dengan jelas bergabung dengan regu Garuda.  "Dengan regu Garuda siap mengadu jiwa demi nusa dan bangsa..." Begitu bunyi lagu pembangkit semangat untuk regu kami. Pemandangan Lahan Kebun Buah Naga Di Citra Alam Riverside Sungai Yang Membelah Area Citra Alam Riverside Setelah belasan tahun berlalu, tanggal 12 dan 13 Juni 2015 yang lalu saya berkesempatan untuk camping (lagi) Kali ini tentunya bukan acara Persami yang digelar sama seperti masa SD dahulu, camping kali ini saya mengikuti aca

Postingan populer dari blog ini

Mengikuti Blogger Gathering di Kota Wisata Cibubur

Kota Wisata Cibubur yang telah diluncurkan sejak 30 November 1996, menghadirkan total kluster yang telah diluncurkan sebanyak 48 kluster. Ada 3 kluster baru yang diluncurkan; Cluster Visalia dengan luas bangunan/luas tanah: 68/60 - 121/120 di harga Rp 960juta- 1.8 miliar, Cluster Nashville dengan luas bangunan/luas tanah: 100/112-220/190 di harga Rp1.6-3.2 miliar dan Cluster Bellwood dengan luas bangunan/luas tanah: 133/128-256/240 di harga Rp2-3.8 miliar. Di awal Juli 2019 saya berkesempatan mampir (lagi), sebelumnya di tahun 2015-an sewaktu bekerja di daerah Bekasi. Rute yang saya pilih adalah melewati dari area gerbang utama Kota Wisata Cibubur dan akhirnya keluar di akses menuju Jl. Raya Narogong yang penuh dengan kendaraan berat. Fasilitas umum yang sudah tersedia di Kota Wisata Cibubur di antaranya; pendidikan, komersial, sarana ibadah, transportasi, sarana olahraga dan lain-lain. Untuk aksebilitas dari Kota Wisata Cibubur meliputi Tol Cimanggis-Cibit

Asia Pacific Predator League 2020 Dibuka! Lebih Seru dan Megah dengan Total Prize Pool US$400.000

Setelah menuai sukses dan menjadi ikon perhelatan kompetisi eSport terbesar di Asia Pasifik selama dua tahun berturut-turut (liputan tahun sebelumnya di sini dan di sini ) tahun ini Acer kembali menyelenggarakan Asia Pacific Predator League 2020 yang lebih besar, spektakuler dan akan diikuti oleh semakin banyak talenta eSport. Negara yang berpartisipasi pun semakin banyak, menjadikan acara tahunan Acer ini semakin mendunia dan disukai oleh gamers mancanegara. Ribuan team di Asia Pasifik akan berpartisipasi untuk berlaga dalam dua kategori game yang dipertandingkan, yaitu DOTA 2 & Player Unknown’s Battlegrounds (PUBG). Predator, brand dengan deretan perangkat gaming yang terlengkap, melalui Asia Pacific Predator League 2020 ini akan mengumpulkan para gamer dari 17 negara mulai dari Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand, Vietnam, Australia, India, Singapura, Hong Kong, Macau, Japan, Korea Selatan, Taiwan, Mongolia, Sri Lanka, Bangladesh, dan Myanmar. Para gamer yang

3 Cara Bersihkan Kuman dan Bakteri Yang Bersarang di Dinding

Bagaimana kegiatan kalian selama di rumah aja untuk membantu pemerintah dengan Pembatasan Sosial Berskala Besar sekarang ini? Kita semua harus dapat menjaga kesehatan masing-masing dan keluarga. Selain tiap pagi menunggu sinar matahari pagi yang siap kita sambut, terus apalagi men temen? Untuk membersihkan bakteri dan kuman yang ada di rumah kita juga harus rutin membersihkan tempat tinggal masing-masing. Saya sih semakin rajin untuk menyikat area kamar mandi, terutama area lantai yang jarang diinjak, akan menjadi licin jika tidak sering disikat. Karena tidak memiliki air purifier, kipas angin yang biasa kami gunakan tidak lupa untuk dibersihkan kipasnya dari debu yang menempel. Eh iya dinding juga harus banget kita bersihkan. Sebab, tanpa kalian sadari, dinding rumah bisa menjadi sumber kuman maupun bakteri berbahaya yang dapat mengganggu kesehatan anggota keluarga di rumah.  Selain menimbulkan berbagai penyakit, bakteri pada dinding juga bisa menyebabkan bau tidak sedap dalam ruang