Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2018

Diskusi Menuju Indonesia Merdeka Sinyal

Gambar
Hari Rabu, 10 April 2019 saya mengikuti salah satu kegiatan dari Forum Merdeka Barat 9 dengan mengangkat tema "Menuju Indonesia Bebas Sinyal".
Para pembicara di antaranya menghadirkan:
- Janu Suryanto - Direktur Industri Elektronika dan Telematika Kementrian Perindustrian,
- Meidiyanto Andwiputro - GM Marketing PT. Pasific Satelit Nusantara,
- Aba Maulaka - Kadis Kominfo Provinsi NTT,
- Anang Latif - Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informatika (Bakti).
Indonesia negara dengan jumlah kepulauan terbesar yang membentang dari Sabang sampai Merauke. Dengan jumlah pulau sebanyak 17.504 dan luas wilayah mencapai 1.91 juta persegi, Indonesia membutuhkan teknologi yang dapat mengintegrasikan seluruh wilayah untuk mengatasi kesenjangan antar wilayah yang ada selama ini.

Para pembicara yang hadir satu persatu membagikan pemaparannya, paling menarik tentunya dari Bapak Aba Maulaka selaku Kepala Dinas Kominfo Provinsi NTT. Beliau mengatakan di Provinsi NTT sana bek…

Saya Sudah Pasang Aplikasi Kumparan, Kalau Kalian?

Gambar
Kumparan dalam KBBI V berarti hasil menggulung; hasil menggelendong; gelendong. Dalam hal sebuah platform media terbaru, saya kutip melalui laman wikipedia, https://kumparan.com adalah platform media kolaboratif Indonesia sebagai wadah membaca, membuat, dan berbagai beragam berita dan informasi. Lebih dari sekadar media digital, kumparan mengusung platform kolaboratif dan interaktif yang dibangun melalui inovasi dan teknologi terkini. 
Secara umum dapat kita lihat kumparan.com ini kombinasi situs berita dan media sosial yang dibangun oleh orang-orang yang sebagian besar pernah bekerja di media online detik. Kumparan.com hadir sejak pertengahan tahun 2016. Serta menghadirkan aplikasi untuk perangkat android dan iOS-nya di bulan Januari 2017.  Dari rilis hasil survey yang dilakukan oleh APJII (Tempo.co, 19 Februari 2018), kecendrungan pengguna internet di Indonesia didominasi penggunaan aplikasi chatting dan disusul dengan penggunaan sosial media. Saya membaca hasil survey ini tentun…

Satu Hari Bersama PionirBeton Indocement

Gambar
Setelah sebelumnya kami diajak ke kompleks pabrik di Citeureup dan Cirebon, tujuan kami yang terakhir dikunjungi adalah batching plant yang dikelola oleh Pionirbeton Indonesia. Pionirbeton Indonesia merupakan anak perusahaan dari Indocement, yang didirikan pada tahun 1996. Total 100% saham dimiliki oleh Indocement. Produk akhir semen adalah beton siap-pakai. Batching plant yang ada saat ini di Jabotabek, Jabar, Jateng, Jatim dan Bali. Di Jabotabek ada 18 Batching Plant. Batching Plant yang kami kunjungi berada di daerah Kasablanka. Di sini kami diajak untuk melihat langsung proses produksi beton siap-pakai. Lokasi lainnya Batching Plant ada di daerah Sudirman, Pulogadung, Jati Asih, Cikarang, Karawang, dan Cikampek. Batching Plant ini untuk menunjang proyek-proyek pemerintah. Proyek terbesar yang merupakan megaproyek Pionirbeton adalah  Krakatau Posko yang pengerjaannya lebih kurang 3 tahun. Pionirbeton Indonesia juga mempunyai produk fastcreate, yang memiliki keunggulan pembuatan be…

Postingan populer dari blog ini

Di Promo 12.12 Pertama Kali Menggunakan Aplikasi DANA

Savasa Deltamas, Hunian Kota Pintar Kolaborasi Sinar Mas Land dengan Panasonic di Kota Deltamas

Grand Wisata, Kota Mandiri dari Sinar Mas Land di Timur Jakarta