Menikmati Layanan Konten Premium KLIX TV yang Mengecewakan

Gambar
Bulannya  di tahun 2018 beda dengan pergelaran di tahun sebelumnya. Di tahun ini untuk pemegang hak siar bukan hanya dimonopoli oleh TV terestrial yang dapat kita nikmati kontennya secara gratis melalui antena biasa. Selain melalui TV terestrial, kini kita juga dapat menonton semua pertandingan piala dunia melalui aliran langsung dengan aplikasi yang kita pasang di gawai.
Ada dua aplikasi yang cukup menonjol selama gelaran piala dunia tahun ini; KLIX TV dan MAXstream dari Telkomsel.
Sebagai pengguna Telkomsel, harusnya saya beruntung dan dapat menikmati konten yang dihadirkan oleh MAXstream dengan harga promo Rp10 untuk 30GB selama satu bulan. Sayangnya gawai yang saya gunakan tidak cocok dengan aplikasi ini. Dan aplikasi MAXstream tidak mendukung untuk fitur chromecast.
Satu lagi aplikasi yaitu KLIX TV, aplikasi premium ini menawarkan konten utama aliran siaran langsung piala dunia dengan kualitas High Definition (HD). Selain pertandingan piala dunia yang disajikan s…

Berkunjung ke Kompleks Pabrik Citeureup Indocement


Yes! Akhirnya bisa mengunjungi beberapa area plant PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (Indocement) di Citeureup. Biasanya sih cuma sekedar melintas di jalan rayanya aja dalam perjalanan menuju ke rumah Bibi di Cileungsi atau menuju ke (bekas) kantor di Bekasi. Selain di Citeureup yang memiliki 10 plant, Indocement juga memiliki 2 pabrik di Kompleks Pabrik Palimanan, Cirebon dan 1 pabrik di Kompleks Pabrik Tarjun, Kotabaru, Kalimantan Selatan.
Fyi saat ini saham Indocement terbagi menjadi 51% yang dimiliki oleh Heidelberg Group dan 49% yang dimiliki oleh masyarakat.
Mari kita flashback menuju sejarah singkat Indocement,
Tahun 1985, Indocement berdiri hasil dari penggabungan 6 perusahaan yang memiliki 8 pabrik semen yang beroperasi sejak tahun 1975,
Tahun 1989, Indocement menjadi perusahaan publik di Bursa Efek Jakarta (sekarang Bursa Efek Indonesia) dengan kode saham INTP,
Tahun 1991, Indocement mengakuisisi pabrik baru yang menjadi plant 9 di komplek pabrik Palimanan,
Tahun 1996, Menyelesaikan pembangunan plant 10 di komplek pabrik Palimanan,
Tahun 1998, Pengambilalihan PT. Indo Kodeco Cement (Plant 12) melalui penggabungan usaha di Tarjun, Kotabaru, Kalimantan Selatan,
Tahun 1999, Menyelesaikan pembangunan Plant 11 di kompleks pabrik Citeureup,
Tahun 2001, HeidelberCement Group menjadi pemegang saham mayoritas Indocement,
Tahun 2005, Meluncurkan Portland Composite Cement (PCC) ke pasar Indonesia
Tahun 2008, Menerima Certified Emission Reductions (CERs) untuk proyek bahan bakar alternatif,
Tahun 2012, Memulai penggunaan kereta api untuk distribusi semen,
Tahun 2015, Menjadi salah satu anggota Green Product Council Indonesia,
Tahun 2016, Meluncurkan semen Rajawali, menyelesaikan pembangunan plant 14, kompleks pabrik Citeureup,
Tahun 2017, Meluncurkan produk "Slag Cement"
Saat datang, kami dibawa ke area "Guest House", yang lokasinya berada di seberang plant 1 Kompleks Pabrik Citeureup.
Dari bagian CSR department Indocement, yang diwakili oleh Bapak Adit Purnawarman selaku CSR Citeureup Department Head,, berbagi cerita program mereka yang dilakukan secara berkesinambungan, dari sisi pendidikan, kesehatan, dan lain-lain. Lanjutnya "Department CSR senantiasa mendengarkan keluhan warga untuk kemudian dicarikan solusinya". Menurut Bapak Adit, CSR Indocement terbagi menjadi dua; community development (pendidikan, kesehatan, ekonomi,budaya, agama, dan olahraga serta keamanan), dan Suistanable Development Program. Target dari CSR Indocement bukan hanya membagi-bagikan dana, tapi diubah dengan membuat program pemberdayaan masyarakat yang lebih bermanfaat.
Setelah selesai sambutan juga pemaparan seputar program dari CSR department Indocemet, kami diajak untuk keliling area plant Indocement Citeureup.

Area eks tambang yang kami lewati, awal pembuatan tambang sebanyak 4000 pohon yang ditebang, kini sebanyak 14000 pohon yang ditanam kembali di area ini. Dan banyak kupu-kupu yang menyambut kedatangan kami di area eks tambang ini. 
Sampai di area Quarry D, Desa Leuwikaret, Citeureup, di sini ada kebun dari Gerakan Tani Mandiri, program yang berjalan sudah 2 tahun, dimulai pada bulan Juli 2015. GTM merupakan bagian dari program reklamasi tambang di Quarry D. GTM program yang dibentuk oleh Indocement untuk mengurangi pengangguran dan juga mengurangi penambangan ilegal oleh warga.
Pihak Indocement menyediakan lahan, menyediakan bibit tanaman yang cocok dan mudah dibudidayakan di area, menyediakan pupuk dan peralatan pertanian, memberikan pelatihan, membantu penjualan produk.
Total luas lahan yang digunakan untuk program GTM seluas 18.6 ha, dan baru digunakan seluas 5 ha.
Dengan menggunakan metoda tumpang sari, tanaman yang ditanam seperti pepaya, mentimun, kacang tanah, jagung, jahe merah dan tanaman holtikultura lainnya
Omset yang diraih oleh para petani mencapai Rp. 500.000 - Rp. 1.500.000/bulan/orang tergantung jenis tanaman dan luas lahan yang dikelola masing-masing petani kebun GTM, dan juga tergantung musim.

Setelah berinteraksi dan berfoto dengan para petani yang bergabung dalam program GTM, lokasi berikutnya yang kami kunjungi adalah Mata Air Cikululu, mata air ini terletak di kawasan Quarry D, Desa Lulut, Kecamatan Citeureup, luas area konservasi mata air cikululu mencapai 5 ha. Mata air Cikululu memenuhi persyaratan kualitas air bersih yang tercantum dalam Permenkes No. 416/MEN.KES/PER/IX/1990 mengenai standar kualitas air. Indocement melakukan pipanisasi air untuk warga Desa Leuwikaret dan Desa Lulut, sebanyak 350 kepala keluarga memanfaatkan air dari mata air Cikululu. Agar mata air ini tetap terlindungi, Indocement menetapkan zona larangan tambang serta melakukan penghijauan di sekitar mata air. Uji kualitas juga digelar setiap 6 bulan.
Setelah asyik di area mata air Cikululu yang mengundang untuk menceburkan diri dan berendam di dalamnya, kami kemudian diajak ke area Kebun Tegal Panjang.

Saya dapat 3 buah kedondong di Kebun Tegal Panjang

Masih di area Quarry D, kebun Tegal Panjang memiliki luas area 12 ha. Dengan dikelola oleh 10 orang petani, 2 orang pengawas dan 8 orang petani kebun yang berasal dari desa mitra Indocement.
Yang menjadi perhatian utama kami saat datang di Kebun Tegal Panjang adalah pohon cinta. Pohon cinta banyak dibeli oleh para pengusaha bunga dari Rawa Belong, Jakarta.
Para petani di Kebun Tegal panjang bisa mendapatkan omset Rp. 800.000 - Rp. 2000.000/bulan tergantung hasil panen dari tanaman cinta dan tanaman holtikultura lainnya.
Setelah puas berkeliling Kebun Tegal Panjang, kunjungan ini diakhiri berfoto-foto di mobil dump truck yang super besar

Terima kasih Indocement, saya nantikan undangan berikutnya ke plant yang lain :)




Postingan populer dari blog ini

XL Home Pow! Layanan Internet Fiber dari XL Axiata

Jadi Baik di Bulan Baik dengan Pake TCASH

Berkenalan dengan Lalalaway di Acara Buka Bersama