Short Trip to Ragunan Zoo

Gambar
Jadwal operasional Taman Margasatwa Ragunan dimulai jam 07.30-16.00, Selasa-Minggu. Tarif pelayanan masuknya bagi pengunjung dewasa Rp4000 dan anak-anak Rp3000. Untuk kendaraan;  motor Rp3000, mobil Rp6000,  sepeda Rp1000, bus sedang Rp12.500, dan bus besar Rp15.000. Tarif ini berlaku tiap hari. Untuk tarif masuk wahana; Children Zoo, tiket untuk dewasa atau anak-anak Rp2500, Pusat Primata Schmutzer, dewasa atau anak-anak Rp6500 (di tengah pekan), Rp7500 (di akhir pekan), Kuda Tunggang, Rp5000/ satu kali keliling, dan Unta Tunggang Rp7500/ satu kali keliling. Semua opsi pembayaran hanya menggunakan JakCard yang dapat dibeli di tiap area masuk Taman Margasatwa Ragunan. Kartu JakCard dijual Rp65.000 dengan isi saldo sebesar Rp50.000 dan dijual Rp35.000 dengan isi saldo sebesar Rp20.000.

Selanjutnya saya akan membahas panduan bagaimana untuk menuju dan atau dari Ragunan ke tempat kalian. Dari tol Jagorawi ambil jalan keluar menuju Jl. Tol Lingkar Luar Jkt/Jl. Tol Tahi Bonar Simatupang/Tol P…

Inovasi SiDU Untuk Mendukung Progres Hidup Masyarakat Indonesia

 
Martin Jimi, Okky Madasari dan Sovan K Ganguly
Siapa yang tidak kenal dengan merek Sinar Dunia atau SiDU? Nama ini menjadi pilihan teratas untuk buku tulis yang akan kita pakai karena kualitasnya. Sejak pertama belajar menulis kita sudah akrab dengan merek ini.

Asia Pulp & Paper (APP) Sinarmas, produsen kertas terbesar di Indonesia, memperkenalkan inovasi terbaru kertas SiDU di Gedung Arsip Nasional di Jakarta hari ini. Mengapa acaranya digelar di Gedung Arsip Nasional?Sejarah dicatat tidak lepas dari sebuah dokumen dalam lembaran kertas. Di gedung ini banyak tersimpan lembaran dokumen sejarah dari masa lalu yang harus kita jaga dan rawat. Sejalan dengan fokus pada inovasi produk-produk berkualitas serta keinginan untuk selalu memenuhi perkembangan kebutuhan dari konsumen, kertas SiDU hadir lebih tebal, putih dan cerah untuk hasil cetak yang lebih tajam.

Kertas telah memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia, industri pulp dan kertas merupakan kontibutor devisa terbesar ke-7 dari sektor non-migas di Indonesia. Pada tahun 2016, industri pulp dan kertas menyumbang 3,79 miliar dollar AS pada pendapatan nasional. Disamping itu, industri kertas juga menyerap lebih dari 260.000 tenaga kerja Indonesia. “SiDU merasa bangga bahwa kertas telah menjadi bagian penting dalam kemajuan hidup masyarakat Indonesia.  Kami berkomitmen untuk mendukung kemajuan Indonesia dan akan terus berinovasi dengan menyediakan produk-produk berkualitas tinggi melalui proses manufaktur yang berstandar internasional dan bertanggung jawab,” kata Sovan K. Ganguly, Asia Pulp and Paper Consumer Business Unit Head.

"Selama bertahun-tahun, SiDU telah menjadi bagian dari progres penggunaan kertas di Indonesia untuk mengakomodasi berbagai kebutuhan konsumen di sektor korporasi, pendidikan, bisnis, serta untuk penggunaan pribadi. Sebagai pemimpin pasar, SiDU melakukan inovasi berkelanjutan untuk menghadirkan kertas dengan kualitas terbaik untuk menjawab kebutuhan konsumen dari masa ke masa. Hal ini dilakukan berdasarkan masukan konsumen serta riset yang mendalam dimana saat ini konsumen membutuhkan kertas yang lebih tebal, putih dan cerah sehingga hasil cetak menjadi lebih tajam.” kata Martin Jimi, SiDU Consumer Domestic Business Head.

Okky Madasari  membacakan sebuah puisi

Okky Madasari seorang penulis mengatakan bahwa kertas telah memberikan sumbangsih yang besar bagi kemajuan manusia dan bangsa. Ada begitu banyak momen sejarah yang tercatat di atas kertas dari deklarasi kemerdekaan, sumpah pemuda, hingga tulisan-tulisan dan puisi legendaris yang membantu kita memahami dan menghargai warisan serta potensi kita. “Sebagai seorang penulis, saya pribadi tidak dapat membayangkan hidup tanpa kertas. Kertas tidak hanya memiliki peran secara fungsional, tetapi juga medium untuk mengekspresikan perasaan serta pikiran.” Kata Okky

Dengan inovasi yang berkelanjutan dan strategi bisnis yang progresif, SiDU berharap dapat memberikan kontribusi yang berkesinambungan terhadap ekonomi serta progres hidup masyarakat Indonesia. Saat ini, SiDU memimpin pasar dengan menguasai lebih dari 50% pangsa pasar kertas cetak dan fotokopi di Indonesia.




SiDU optimis dapat mempertahankan kepemimpinan tersebut dengan meluncurkan produk terbarunya. “Kami akan memperluas dan memperkuat jaringan distribusi untuk memastikan bahwa kertas SiDU tersedia sampai ke seluruh pelosok daerah di Indonesia. Untuk itu kami memperbanyak mitra bisnis baru untuk memastikan ketersediaan produk kertas SiDU terutama di luar Jawa dan Sumatera sehingga kami dapat menjadi bagian dari progres hidup masyarakat Indonesia lebih banyak lagi.” Tutup Martin.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Asia Pacific Predator League 2020 Dibuka! Lebih Seru dan Megah dengan Total Prize Pool US$400.000

Sinopsis Sang Kiai

Tunjang Produktivitas dengan Modern PC