Diskusi Menuju Indonesia Merdeka Sinyal

Gambar
Hari Rabu, 10 April 2019 saya mengikuti salah satu kegiatan dari Forum Merdeka Barat 9 dengan mengangkat tema "Menuju Indonesia Bebas Sinyal".
Para pembicara di antaranya menghadirkan:
- Janu Suryanto - Direktur Industri Elektronika dan Telematika Kementrian Perindustrian,
- Meidiyanto Andwiputro - GM Marketing PT. Pasific Satelit Nusantara,
- Aba Maulaka - Kadis Kominfo Provinsi NTT,
- Anang Latif - Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informatika (Bakti).
Indonesia negara dengan jumlah kepulauan terbesar yang membentang dari Sabang sampai Merauke. Dengan jumlah pulau sebanyak 17.504 dan luas wilayah mencapai 1.91 juta persegi, Indonesia membutuhkan teknologi yang dapat mengintegrasikan seluruh wilayah untuk mengatasi kesenjangan antar wilayah yang ada selama ini.

Para pembicara yang hadir satu persatu membagikan pemaparannya, paling menarik tentunya dari Bapak Aba Maulaka selaku Kepala Dinas Kominfo Provinsi NTT. Beliau mengatakan di Provinsi NTT sana bek…

Medit Visit Ke Kantor OK-Jek

Kantor dari OK-Jek
Sudah tahu dan kenal dengan Netmediatama? Stasiun televisi yang setiap konten tayangannya langsung banyak disukai oleh keluarga Indonesia. Saya mendapatkan kesempatan berkunjung ke lokasi syuting sitkom OK-Jek yang berada di daerah Pejaten. Satu buah rumah disulap menjadi kantor OK-Jek.
OK-Jek salah satu sitkom yang tayang di Netmediatama sejak tanggal 28 Desember 2015 pukul 19:00 Wib. Sudah familiar dengan karakter-karakternya? Di sitkom ini ada Oka Antara sebagai Iqbal (Iya pake Q), Ibnu Jamil sebagai Seno, Atiqah Hasiholan sebagai Asna, Dodit M sebagai Mas Mul.

Saat sampai di lokasi nggak lama Mas Mul juga datang langsung bersiap reading dengan lawan mainnya dan take scene. Berikut yang dapat saya abadikan






Dan berkesempatan juga untuk mengobrol dengan Ibnu Jamil dan Atiqah Hasiholan, berikut ringkasannya:

Q: Bagaimana awalnya bergabung dengan sitkom OK-Jek?

A: Kenapa saya bisa mendarat dan mengendarai OK-Jek. Pertama kali dapet telepon dari Aloy (salah satu team creative dari Netmediatama untuk sitkom OK-Jek).

Ilustrasinya
Aloy:“Mas kita dari Net, kita mau ada project sitkom tentang ojek”
Ibnu Jamil: “Oh...OK OK..Boleh Boleh..” dengan kurang penuh percaya diri.
Karena sudah yakin bukan program gw nih! Yang sebelumnya ditawarkan acara “The Remix”
DJ bukan, Musisi nggak ada...terus di dalam keluarga Net sendiri sudah ada Deva Mahendra, P Double, udah jelaslah itu dunia mereka, kecuali yang ditawarkan sepakbola, itu masih ada...
Yang ditawarkan “The Remix” pusing juga. Ternyata pas selesai casting “The Remix” udah yakin pasti nggak dapet, dan emang bener. Aloy nelpon untuk menawarkan proyek sitkom OJ-Jek ini, dalam hati langsung “Nah ini baru gw!” berlanjut casting, padahal sebenarnya juga sedang menjalani sebuah striping juga di rumah produksi lain.
Lihat treatment dan prosesnya, terus terjun ke episode pilot. Treatment-nya sangat menyenangkan hati, dan saya meninggalkan proyek di rumah produksi lain. Alasannya karena sudah ada pekerjaan pagi, yang bila dipaksakan badan tidak kuat untuk menjalaninya. Ritmenya juga sesuai dengan saya.Pas OK-Jek udah dapet tanggal tayang dan running, pas baca skenario udah lancar.

Q: Dalam mendalami karakter sebagai seorang Seno, sudah observasi sebelumnya?

A: Kedekatan dengan dunia ojek, sebenarnya saya sudah sangat dekat. Karena setiap latihan basket dari rumah ke tempat latihan yang jaraknya sekitar 10-20 KM sering naik ojek, dan di lingkungan rumah ibu juga sering pakai jasa ojek, meskipun saat itu belum ada ojek online. Pas di era ojek online, istri sih yang pertama kali mencobanya. Saya bisa mendaptkan kemudahan ,saya bisa merasakan fungsinya. Sempat syok juga begitu Menteri Perhubungan melarang ojek online, tapi ternyata dicabut. Di FTV juga sempat menjadi tukang ojek.
Karakter Seno itu seoang yang sudah memiliki pekerjaan tetap yang stuck dengan gajinya yang berpikir beberapa tahun ke depan tidak akan ada berubah. Mengetahui ada OK-Jek yaaa dia mendaftarkan diri. Dia salah satu dari angkatan pertama yang merasakan penghasilan dari ojek online. Seno itu bukan seperti Opang (nama karakter di OK-Jek yang tetap menjadi ojek pangkalan). Ia mencoba sesuatu yang baru, ternyata tertantang.

Pertanyaan berikutnya untuk Atiqah Hasiholan
Q: Dalam proyek sitkom OK-Jek berperan sebagai siapa?

A: Saya berperan sebagai Asna, ojek perempuan. Walaupun sebenarnya pengendara perempuan itu sudah banyak, tapitetap bagi masyarakat itu “eh cewe loh...” sampai seperti itu. Tujuannya sebagai supir ojek online untuk menafkahkan keluarganya dan punya tujuan utama bertemu Ayahnya yang tidak pernah bertemu (dalam sitkom OK-Jek, Ayah Asna diceritakan berada di Jepang). Itu motivasi Asna bekerja di ojek online. Kararter dari Asna adalah seorang pelupa, sebelum bekerja di OK-Jek bekerja di beberapa tempat dan gagal karena kekurangannya yang suka lupa tersebut. Dengan ojek online ini yang semua tercatat di handphone itu memudahkan Asna untuk melakukan pekerjaannya. Asna berteman dengan Seno, Ade, Prima dan Iqbal (ojek baru yang diperankan oleh Oka Antara) sering berkumpul di kantin.
Q; Pengalaman selama syuting sitkom OK-Jek?
A; Di FTV menjadi supir ojek belum pernah, klo supir delman pernah... Yang unik di OK-Jek ini, Aku biasa bawa mobil, belum pernah bawa motor sebelumnya, jadi ini pengalaman pertama, dari dulu disuruh belajar mengendarai motor, tapi nggak ada keinginan yaaa sudahlah. Kalau memang naik motor yaa dibonceng ajalah. Di sitkom OK-Jek pertama kalinya Aku bawa motor . Di syuting episode pertama baru pertama kali belajar mengendarai motor. Prosesnya hanya lima menit. Waktu lihat di taman daerah senopati melihat seorang ibu, dia aja bisa gw harus bisa!
Q; Awalnya bergabung dengan proyek sitkom OK-Jek?
A; Bukannya menolak striping, tapi kalau secara timing cocok, cerita cocok..secara pengerjaan juga cocok.
Ada tawaran dari Net, yang kita tahu, Net ini dibanding stasiun-stasiun televisi lain lebih mengedepankan kualitas yang bikin Aku semangat, ada beberapa teman-teman yang juga pernah terlibat di serialnya Net dan Aku nonton keren-keren. Secara timing tepat, konsepnya juga menarik banget.

Q: Pesan yang ingin disampaikan menjadi seorang pengemudi perempuan di sitkom OK-Jek?
A: Sebenarnya ini penggambaran emansipasi perempuan, perempuan juga dapat mengerjakan yang notabene dulunya dikerjakan laki-laki kini perempuan mampu. Dan sekarang gaya hidup sudah berubah, sekarang juga tuntutannya lebih banyak, jadi lebih independen. Masyarakat sudah melihatnya sesuatu yang biasa. Tiap episode di OK-Jek ceritanya berbeda-beda, ada nilai yang diambil, bagaimana penumpang menghargai ojek perempuan, nilai-nilai seperti itu juga ada di dalam cerita.

Rekaman lengkap dapat didengarkan di soundcloud berikut ini:


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Grand Wisata, Kota Mandiri dari Sinar Mas Land di Timur Jakarta

Savasa Deltamas, Hunian Kota Pintar Kolaborasi Sinar Mas Land dengan Panasonic di Kota Deltamas

Di Promo 12.12 Pertama Kali Menggunakan Aplikasi DANA