Berkunjung ke Kompleks Pabrik Citeureup Indocement

Gambar
Yes! Akhirnya bisa mengunjungi beberapa area plant PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (Indocement) di Citeureup. Biasanya sih cuma sekedar melintas di jalan rayanya aja dalam perjalanan menuju ke rumah Bibi di Cileungsi atau menuju ke (bekas) kantor di Bekasi. Selain di Citeureup yang memiliki 10 plant, Indocement juga memiliki 2 pabrik di Kompleks Pabrik Palimanan, Cirebon dan 1 pabrik di Kompleks Pabrik Tarjun, Kotabaru, Kalimantan Selatan. Fyi saat ini saham Indocement terbagi menjadi 51% yang dimiliki oleh Heidelberg Group dan 49% yang dimiliki oleh masyarakat. Mari kita flashback menuju sejarah singkat Indocement, Tahun 1985, Indocement berdiri hasil dari penggabungan 6 perusahaan yang memiliki 8 pabrik semen yang beroperasi sejak tahun 1975, Tahun 1989, Indocement menjadi perusahaan publik di Bursa Efek Jakarta (sekarang Bursa Efek Indonesia) dengan kode saham INTP, Tahun 1991, Indocement mengakuisisi pabrik baru yang menjadi plant 9 di komplek pabrik Palimanan, Tahun 1996, Me…

Medit Visit Ke Kantor OK-Jek

Kantor dari OK-Jek
Sudah tahu dan kenal dengan Netmediatama? Stasiun televisi yang setiap konten tayangannya langsung banyak disukai oleh keluarga Indonesia. Saya mendapatkan kesempatan berkunjung ke lokasi syuting sitkom OK-Jek yang berada di daerah Pejaten. Satu buah rumah disulap menjadi kantor OK-Jek.
OK-Jek salah satu sitkom yang tayang di Netmediatama sejak tanggal 28 Desember 2015 pukul 19:00 Wib. Sudah familiar dengan karakter-karakternya? Di sitkom ini ada Oka Antara sebagai Iqbal (Iya pake Q), Ibnu Jamil sebagai Seno, Atiqah Hasiholan sebagai Asna, Dodit M sebagai Mas Mul.

Saat sampai di lokasi nggak lama Mas Mul juga datang langsung bersiap reading dengan lawan mainnya dan take scene. Berikut yang dapat saya abadikan






Dan berkesempatan juga untuk mengobrol dengan Ibnu Jamil dan Atiqah Hasiholan, berikut ringkasannya:

Q: Bagaimana awalnya bergabung dengan sitkom OK-Jek?

A: Kenapa saya bisa mendarat dan mengendarai OK-Jek. Pertama kali dapet telepon dari Aloy (salah satu team creative dari Netmediatama untuk sitkom OK-Jek).

Ilustrasinya
Aloy:“Mas kita dari Net, kita mau ada project sitkom tentang ojek”
Ibnu Jamil: “Oh...OK OK..Boleh Boleh..” dengan kurang penuh percaya diri.
Karena sudah yakin bukan program gw nih! Yang sebelumnya ditawarkan acara “The Remix”
DJ bukan, Musisi nggak ada...terus di dalam keluarga Net sendiri sudah ada Deva Mahendra, P Double, udah jelaslah itu dunia mereka, kecuali yang ditawarkan sepakbola, itu masih ada...
Yang ditawarkan “The Remix” pusing juga. Ternyata pas selesai casting “The Remix” udah yakin pasti nggak dapet, dan emang bener. Aloy nelpon untuk menawarkan proyek sitkom OJ-Jek ini, dalam hati langsung “Nah ini baru gw!” berlanjut casting, padahal sebenarnya juga sedang menjalani sebuah striping juga di rumah produksi lain.
Lihat treatment dan prosesnya, terus terjun ke episode pilot. Treatment-nya sangat menyenangkan hati, dan saya meninggalkan proyek di rumah produksi lain. Alasannya karena sudah ada pekerjaan pagi, yang bila dipaksakan badan tidak kuat untuk menjalaninya. Ritmenya juga sesuai dengan saya.Pas OK-Jek udah dapet tanggal tayang dan running, pas baca skenario udah lancar.

Q: Dalam mendalami karakter sebagai seorang Seno, sudah observasi sebelumnya?

A: Kedekatan dengan dunia ojek, sebenarnya saya sudah sangat dekat. Karena setiap latihan basket dari rumah ke tempat latihan yang jaraknya sekitar 10-20 KM sering naik ojek, dan di lingkungan rumah ibu juga sering pakai jasa ojek, meskipun saat itu belum ada ojek online. Pas di era ojek online, istri sih yang pertama kali mencobanya. Saya bisa mendaptkan kemudahan ,saya bisa merasakan fungsinya. Sempat syok juga begitu Menteri Perhubungan melarang ojek online, tapi ternyata dicabut. Di FTV juga sempat menjadi tukang ojek.
Karakter Seno itu seoang yang sudah memiliki pekerjaan tetap yang stuck dengan gajinya yang berpikir beberapa tahun ke depan tidak akan ada berubah. Mengetahui ada OK-Jek yaaa dia mendaftarkan diri. Dia salah satu dari angkatan pertama yang merasakan penghasilan dari ojek online. Seno itu bukan seperti Opang (nama karakter di OK-Jek yang tetap menjadi ojek pangkalan). Ia mencoba sesuatu yang baru, ternyata tertantang.

Pertanyaan berikutnya untuk Atiqah Hasiholan
Q: Dalam proyek sitkom OK-Jek berperan sebagai siapa?

A: Saya berperan sebagai Asna, ojek perempuan. Walaupun sebenarnya pengendara perempuan itu sudah banyak, tapitetap bagi masyarakat itu “eh cewe loh...” sampai seperti itu. Tujuannya sebagai supir ojek online untuk menafkahkan keluarganya dan punya tujuan utama bertemu Ayahnya yang tidak pernah bertemu (dalam sitkom OK-Jek, Ayah Asna diceritakan berada di Jepang). Itu motivasi Asna bekerja di ojek online. Kararter dari Asna adalah seorang pelupa, sebelum bekerja di OK-Jek bekerja di beberapa tempat dan gagal karena kekurangannya yang suka lupa tersebut. Dengan ojek online ini yang semua tercatat di handphone itu memudahkan Asna untuk melakukan pekerjaannya. Asna berteman dengan Seno, Ade, Prima dan Iqbal (ojek baru yang diperankan oleh Oka Antara) sering berkumpul di kantin.
Q; Pengalaman selama syuting sitkom OK-Jek?
A; Di FTV menjadi supir ojek belum pernah, klo supir delman pernah... Yang unik di OK-Jek ini, Aku biasa bawa mobil, belum pernah bawa motor sebelumnya, jadi ini pengalaman pertama, dari dulu disuruh belajar mengendarai motor, tapi nggak ada keinginan yaaa sudahlah. Kalau memang naik motor yaa dibonceng ajalah. Di sitkom OK-Jek pertama kalinya Aku bawa motor . Di syuting episode pertama baru pertama kali belajar mengendarai motor. Prosesnya hanya lima menit. Waktu lihat di taman daerah senopati melihat seorang ibu, dia aja bisa gw harus bisa!
Q; Awalnya bergabung dengan proyek sitkom OK-Jek?
A; Bukannya menolak striping, tapi kalau secara timing cocok, cerita cocok..secara pengerjaan juga cocok.
Ada tawaran dari Net, yang kita tahu, Net ini dibanding stasiun-stasiun televisi lain lebih mengedepankan kualitas yang bikin Aku semangat, ada beberapa teman-teman yang juga pernah terlibat di serialnya Net dan Aku nonton keren-keren. Secara timing tepat, konsepnya juga menarik banget.

Q: Pesan yang ingin disampaikan menjadi seorang pengemudi perempuan di sitkom OK-Jek?
A: Sebenarnya ini penggambaran emansipasi perempuan, perempuan juga dapat mengerjakan yang notabene dulunya dikerjakan laki-laki kini perempuan mampu. Dan sekarang gaya hidup sudah berubah, sekarang juga tuntutannya lebih banyak, jadi lebih independen. Masyarakat sudah melihatnya sesuatu yang biasa. Tiap episode di OK-Jek ceritanya berbeda-beda, ada nilai yang diambil, bagaimana penumpang menghargai ojek perempuan, nilai-nilai seperti itu juga ada di dalam cerita.

Rekaman lengkap dapat didengarkan di soundcloud berikut ini:


Postingan populer dari blog ini

Sinopsis Sang Kiai

Cara Mudah Menambahkan Akun Snapchat Artis

Terjebak Nostalgia [Review]