Savasa Deltamas, Hunian Kota Pintar Kolaborasi Sinar Mas Land dengan Panasonic di Kota Deltamas

Gambar
Kawasan Bekasi, Cikarang, Karawang hingga Purwakarta banyak ditempati oleh kawasan industri. Salah satu kawasan industri yang saya beserta teman-teman blogger lainnya kunjungi pada Sabtu, 15 September 2018 adalah Kota Deltamas. Yang telah dikembangkan sejak 20 tahun yang lalu oleh PT Puradelta Lestari, kota modern mandiri yang dibangun di atas lahan seluas 3177 hektar, yang di dalamnya ada kawasan pemukiman, kawasan komersial dan industri dengan standar internasional dengan berbagai fasilitas dan infrastruktur kelas dunia. Kota Deltamas sangat mudah diakses dari jalan tol Jakarta-Cikampek dengan akses utama di pintu KM 37 Cikarang Pusat.

Lihat postingan ini di Instagram

Padahal udah banyak mencoba merekam...cuma segini jadinya 😂 @savasa.deltamas @sinarmas_land #SavasaDeltamas #Sinarmasland Sebuah kiriman dibagikan oleh Hendra Gunawan (@ndraverne) pada 15 Sep 2018 jam 12:31 PDT
Dikembangkan oleh Sinar Mas La

Review "oo NINA BOBO"


Setelah sukses di tahun lalu dengan film “SANG KIAI” yang berhasil meraih piala citra sebagai Film Terbaik Bioskop 2013, di tahun 2014 ini Rapi Films merilis film pertamanya dengan genre horor “oo NINA BOBO”.
Jelangkung (2001) debut pertama Jose Poernomo bersama Rizal Mantovani adalah salah satu film horor terbaik di Indonesia. Rumah Kentang (2012), KM 97 (2013) dan Samudera Hotel 308 (2013) adalah beberapa film-film Indonesia yang disutradarainya. Hingga Ia diberikan gelar sutradara spesialis film horor Indonesia.
Nina Bobo yang kita semua kenal sebagai lagu pengantar tidur,  dalam film ini lagu Nina Bobo adalah sebagai lagu pemanggil arwah, menjadikan lagu buaian ini terdengar menyeramkan dan malah tidak menarik untuk digunakan sebagai lagu pengantar tidur.
Dari segi cerita kita akan dibikin penasaran dengan kalimat “Kisah di balik lagu pengantar tidur Nina Bobo” Namun cerita yang disajikan kurang begitu  kuat . Ketiga karakter utama dalam film ini terlihat tidak menyatu satu dengan yang lain. Revalina S Temat tampak cantik dengan rambut merah dan kacamatanya, namun kurang begitu meyakinkan sebagai seorang psikiater.  Akting Daniel Topan yang mencoba berlaga lucu telihat dengan jelas memaksakan, Jokes-jokes dalam bahasa India-nya saya tidak mengerti.  Di sepanjang film,seperti film-film Jose Poernomo sebelumnya  music scoring  akan membuat kaget di beberapa bagian. Dari segi visual efek mungkin akan mendapat apresiasi yang paling tinggi. Animasi dari wujud setan dalam film ini menakjubkan. Namun…. Dari awal kemunculan setan itu, kita semua pasti akan teringat dengan makhluk berbentuk seperti itu dalam film Harry Potter.
Dengan dimanjakan oleh visual efek serta music scoring yang “mencoba” mengagetkan tapi lemah dari sisi cerita, begitulah film “oo NINA BOBO”.

Oo NINA BOBO sudah “dilantunkan” di bioskop sejak 20 Maret 2014


Postingan populer dari blog ini

Savasa Deltamas, Hunian Kota Pintar Kolaborasi Sinar Mas Land dengan Panasonic di Kota Deltamas

Menikmati Layanan Konten Premium KLIX TV yang Mengecewakan

Dialog Nasional Indonesia Maju Hadir di Kota Bogor