Diskusi Menuju Indonesia Merdeka Sinyal

Gambar
Hari Rabu, 10 April 2019 saya mengikuti salah satu kegiatan dari Forum Merdeka Barat 9 dengan mengangkat tema "Menuju Indonesia Bebas Sinyal".
Para pembicara di antaranya menghadirkan:
- Janu Suryanto - Direktur Industri Elektronika dan Telematika Kementrian Perindustrian,
- Meidiyanto Andwiputro - GM Marketing PT. Pasific Satelit Nusantara,
- Aba Maulaka - Kadis Kominfo Provinsi NTT,
- Anang Latif - Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informatika (Bakti).
Indonesia negara dengan jumlah kepulauan terbesar yang membentang dari Sabang sampai Merauke. Dengan jumlah pulau sebanyak 17.504 dan luas wilayah mencapai 1.91 juta persegi, Indonesia membutuhkan teknologi yang dapat mengintegrasikan seluruh wilayah untuk mengatasi kesenjangan antar wilayah yang ada selama ini.

Para pembicara yang hadir satu persatu membagikan pemaparannya, paling menarik tentunya dari Bapak Aba Maulaka selaku Kepala Dinas Kominfo Provinsi NTT. Beliau mengatakan di Provinsi NTT sana bek…

Sinopsis Sang Kiai


Pendudukan oleh Jepang ternyata tidak lebih baik dari Belanda, Jepang mulai melarang pengibaran bendera merah putih, melarang lagu Indonesia Raya dan memaksa rakyat untuk melakukan Sekerei.
K.H. Hasyim Asy'ari (Ikranegara) sebagai tokoh besar agamais saat itu menolak untuk melakukan Sekerei karena beranggapan bahwa tindakan itu menyimpang dari akidah agama Islam, karena sebagai umat Islam hanya menyembah kepada Allah SWT. Karena tindakannya yang berani itu, Jepang menangkap K.H. Hasyim Asy'ari.
K.H. Wahid Hasyim (Agus Kuncoro Adi) salah satu putra beliau mencari jalan diplomasi untuk membebaskan K.H. Hasyim Asy'ari. Berbeda dengan Harun (Adipati), salah satu santri K.H. Hasyim Asy'ari yang percaya cara kekerasanlah yang dapat menyelesaikan masalah tersebut. Harun menghimpun kekuatan santri untuk melakukan demo menuntut kebebasan K.H. Hasyim Asy'ari. Tetapi Harun salah karena cara tersebut malah menambah korban jiwa.
K.H. Wahid Hasyim dapat menenangkan diplmasi terhadap pihak Jepang dan K.H. Hasyim Asy'ari berhasil dibebaskan. Pada masa ini K.H. Hasyim Asy'ari menikahkan Harun dengan Sarinah (Meriza Febriani Batubara) gadis yang dicintainya.
Perjuangan melawan Jepang belum berakhir sampai disini. Jepang memaksa rakyat Indonesia untuk melimpahkan hasil bumi.
Jepang menggunakan Masyumi sebagai propaganda mendekati umat Islam yang berada di Indonesia untuk menggalakkan bercocok tanam. Bahkan melalui seruan di Masjid dalam setiap sholat Jum'at. Jepang meminta hasil bercocok tanam tersebut disetorkan ke pihak Jepang. Pada saat itu rakyat sedang mengalami krisis beras, bahkan persediaan di lumbung pun nyaris kosong. Harun melihat masalah ini secara harfiah dan merasa bahwa K.H Hasyim Asy'ari mendukung Jepang, hingga ia memutuskan untuk pergi dari pesantren.


Jepang kalah perang, Sekutu mulai datang. Soekarno sebagai presiden saat itu mengirim utusannya ke Tebuireng untuk meminta K.H. Hasyim Asy'ari membantu mempertahankan kemerdekaan dan meminta fatwa hukum membela negara. K.H. Hayim Asy'ari menjawab dengan mengeluarkan resolusi Jihad yang kemudian membuat barisan santri dan penduduk Surabaya berduyun-duyun tanpa rasa takut melawan Sekutu di Surabaya.
Harun dan teman-teman santrinya bergabung untuk melawan Sekutu. Sari yang meninggalkan pesan cinta dalam saputangan putih, sangat berat untuk melepas suaminya ikut berperang.
Barisan laskar santri pulang dalam beberapa truk ke Tebuireng. K.H. Hasyim Asy'ari menyambut kedatangan santri-santrinya , tetapi air mata mangambang di matanya yang nanar.
Akhir film yang saya ikut serta menyaksikan proses pembuatannya secara langsung ini resmi diputar di bioskop. Dan saya pun berkesempatan bersua kembali dengan Rako Prijanto, sang sutradara. Durasi dari film ini sepanjang 135 menit. Info dari film ini dapat diikuti melalui akun Twitter-nya @filmSANGKIAI. Jadwal rilis dari film ini adalah tanggal 30 Mei 2013.
Berikut trailer dari Sang Kiai:


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Di Promo 12.12 Pertama Kali Menggunakan Aplikasi DANA

Savasa Deltamas, Hunian Kota Pintar Kolaborasi Sinar Mas Land dengan Panasonic di Kota Deltamas

Grand Wisata, Kota Mandiri dari Sinar Mas Land di Timur Jakarta