Diskusi Menuju Indonesia Merdeka Sinyal

Gambar
Hari Rabu, 10 April 2019 saya mengikuti salah satu kegiatan dari Forum Merdeka Barat 9 dengan mengangkat tema "Menuju Indonesia Bebas Sinyal".
Para pembicara di antaranya menghadirkan:
- Janu Suryanto - Direktur Industri Elektronika dan Telematika Kementrian Perindustrian,
- Meidiyanto Andwiputro - GM Marketing PT. Pasific Satelit Nusantara,
- Aba Maulaka - Kadis Kominfo Provinsi NTT,
- Anang Latif - Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informatika (Bakti).
Indonesia negara dengan jumlah kepulauan terbesar yang membentang dari Sabang sampai Merauke. Dengan jumlah pulau sebanyak 17.504 dan luas wilayah mencapai 1.91 juta persegi, Indonesia membutuhkan teknologi yang dapat mengintegrasikan seluruh wilayah untuk mengatasi kesenjangan antar wilayah yang ada selama ini.

Para pembicara yang hadir satu persatu membagikan pemaparannya, paling menarik tentunya dari Bapak Aba Maulaka selaku Kepala Dinas Kominfo Provinsi NTT. Beliau mengatakan di Provinsi NTT sana bek…

Laura & Marsha: Petualangan Dua Sahabat di Eropa


"Semoga saat menonton nanti tidak berdekatan dengan para jahanam yang akan dengan teganya ikut nonton dan bercerita adegan demi adegan dalam film ini" Itu doa saya ketika dapet undangan nonton film Laura & Marsha ini. Kenapa demikian? Entah mengapa untuk promo film yang satu ini saya mendapatkan undangan nontonnya bukan di acara Press Screening yang sesungguhnya. Di undangan film-film Indonesia yang lainnya, Saya biasa menonton bersama rekan-rekan media, bukan hanya dari kalangan komunitas dan blogger. Dan acara yang saya hadiri Sabtu pagi kemaren adalah pemutaran dari film ini untuk yang kesekian kalinya sebelum tayang reguler pada tanggal 30 Mei 2013.


Laura, seorang travel agent yang membuatnya hidup secara teratur, sistematis dan merencanakan hal-hal yang akan dia lakukan. Telah menjadi single parent selama 4 tahun dan membentuknya menjadi seseorang yang sulit mempercayai orang lain.


 Marsha, seorang penulis buku traveling yang belom pernah pergi ke Eropa. Menyukai hal-hal yang berbau kebebasan dan percaya di dunia ini seseorang pasti akan mendapatkan keberuntungan kalau mereka meyakini. Percaya mitos atau takhayul terutama pada cincin yang Ia kenakan.

Sinopsis dari film ini:
Laura hampir tidak pernah berpikir untuk bepergian keluar Jakarta. Apalagi semenjak empat tahun sebelumnya Ia telah menjadi orangtua tunggal untuk putri semata wayangnya.
Berbeda jauh dengan Marsha, sahabat Laura sang penulis buku travelling. Keinginannya untuk pergi ke Eropa untuk mengenang kematian ibunya.
"Hidup tuh singkat banget, kematian bisa dateng kapan aja dan gue gak mau mati sebelum ngewujudin impian gue" ungkap Marsha. Ungkapan inilah yang membuat Laura akhirnya mengiyakan perjalanan ke Eropa meskipun tak sepenuh hati diinginkannya.
Perjalanan dimulai, perselisihan-perselisihan kecil muncul. Aturan-aturan diterapkan Laura, dan Marsha dengan santainya mengiyakan. Perselihan semakin menajam ketika kemudian Marsha menyetujui membawa penumpang bernama Finn ikut mobil sewaan mereka.
Finn tak pernah sampai ke tempat tujuan bersama mereka. Laura mengusirnya, karena dianggap malah menyesatkan jalan mereka. Mereka tak bisa berbuat apa-apa. Serba salah. Ia memilih menjalani saja semua tanpa beban. Tiap kali Laura menghadapi kesulitan, Marsha tanpa banyak syarat membantu mereka mencari jalan keluar.
Persahabatan dari zaman SMA ternyata tidak menjamin keduanya sama-sama terbuka satu sama lain. Ada maksud yang tak mereka jelaskan dari perjalanan ini. Tanpa diketahui Marsha, Laura sebenarnya punya alasan khusus hingga akhirnya ia setuju ke Eropa.
Hal ini membuat mereka berada disatu titik pertengkaran yang hebat. Perjalanan ke Eropa tidak semulus yang mereka duga. Kejadian demi kejadian mebuat mereka sebenarnya menemukan apa yang mereka cari. Dari tiap negara yang mereka datangi membawa cerita dan kejutan tersendiri untuk mereka yang akhirnya tanpa mereka sadari itulah yang mereka cari. Itulah petualangan.
Semua yang terjadi di Belanda, Jerman, Austria dan Italia merupakan ujian dari apa yang mereka sebut dengan persahabatan. Pencarian makna cinta, makna hidup dan makna perjalanan yang sesungguhnya. Pada akhirnya mereka sadari, ada dua cerita untuk satu perjalanan, Perjalanan Laura & Marsha.



Di awal dari film ini diperlihatkan alur dari pengiriman sebuah surat dari luar negeri hingga sampai ditangan si penerima di Indonesia. Saya adalah anggota dari GetGlueID Community, dalam kegiatan kami adalah mengumpulkan koleksi stiker yang dapat diminta untuk dikirim kepada kami di Indonesia. Sudah hampir dua tahun saya tidak menerima stiker-stiker ini. Dan scene di awal film itu mengingatkan saya betapa inginnya segera mendapatkan kembali stiker-stiker tersebut.
Setelah menyaksikan film ini sebenarnya saya kurang tertarik dengan betapa indah dan mengagumkannya Eropa. Saya lebih tertarik untuk mengunjungi wisata-wisata di Indonesia.
Film ini kan mengisahkan tentang perjalanan, dan salah satu karakter juga seseorang yang bekerja di biro perjalanan. Kok tidak ditampilkan scene di bandara, di Indonesia atau pun di Belanda. Klo bahasa saya "kok ujug-ujug sampe di Amsterdam?" Apa karena tidak ada kerjasama dengan salah satu maskapai?
Selanjutnya saat diakhir dari pemutaran film ada sesi tanya jawab dengan sang Sutradara, Ia mengatakan saat syuting di Jerman berada di daerah dengan penggunaan bahasa Jerman yang tradisional, kok scene pengusiran Laura & Marsha dari gudang bir menggunakan bahasa Inggris dengan fasih?
Okey! satu scene yang bikin saya salut dengan akting kedua aktris dalam film ini tentunya dalan scene pertengkaran mereka. Dialognya wow!...
Bagi yang penasaran dengan film Laura & Marsha ini dapat disaksikan mulai tanggal 30 Mei 2013. Update mengenai film ini dapat diikuti melalui akun Twitter-nya @FilmLauraMarsha.
Trailer dari film Laura & Marsha:


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Di Promo 12.12 Pertama Kali Menggunakan Aplikasi DANA

Savasa Deltamas, Hunian Kota Pintar Kolaborasi Sinar Mas Land dengan Panasonic di Kota Deltamas

Grand Wisata, Kota Mandiri dari Sinar Mas Land di Timur Jakarta