Meriahnya Grand Launching Kopi Susu, Varian Terbarunya lapis Bogor Sangkuriang

Gambar
Dalam rangka peringatan Hari Krida Pertanian ke-46 tingkat provinsi Jawa Barat, Pemerintah kabupaten  Bogor melalui Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan menjadi tuan rumah acara tahunan kali ini. Bertempat di Stadion Pakansari, Cibinong pada tanggal 27-29 Juli 2018 yang lalu.
Tujuan acara ini adalah sebagai bentuk ucapan syukur dari seluruh masyarakat atas majunya pertanian dan pangan daerah Jawa Barat serta bentuk apresiasi kepada segenap masyarakat yang sudah ikut serta dalam memajukan pertanian dan pangan di Jawa Barat.
Di acara ini digelar juga Festival Kopi Bogor Jilid 2, selain stand/booth dari tingkat kecamatan di Kabupaten Bogor juga ada stand/booth dari perwakilan kabupaten/kota yang ada di Jawa Barat.

Udah tau kan @lapisbogor hari ini merilis varian baru? Aku lagi di acaranya nih sekarang. #LBSKopiSusu #LapisBogor #LapisBogorSangkuriang #BanggaBeliYangAsli Sebuah kiriman dibagikan oleh Nurlaela (@laelaaww) pada 27 Jul 2018 jam 9:00 PDT Lapis Bogor Sangkuriang me…

Laura & Marsha: Petualangan Dua Sahabat di Eropa


"Semoga saat menonton nanti tidak berdekatan dengan para jahanam yang akan dengan teganya ikut nonton dan bercerita adegan demi adegan dalam film ini" Itu doa saya ketika dapet undangan nonton film Laura & Marsha ini. Kenapa demikian? Entah mengapa untuk promo film yang satu ini saya mendapatkan undangan nontonnya bukan di acara Press Screening yang sesungguhnya. Di undangan film-film Indonesia yang lainnya, Saya biasa menonton bersama rekan-rekan media, bukan hanya dari kalangan komunitas dan blogger. Dan acara yang saya hadiri Sabtu pagi kemaren adalah pemutaran dari film ini untuk yang kesekian kalinya sebelum tayang reguler pada tanggal 30 Mei 2013.


Laura, seorang travel agent yang membuatnya hidup secara teratur, sistematis dan merencanakan hal-hal yang akan dia lakukan. Telah menjadi single parent selama 4 tahun dan membentuknya menjadi seseorang yang sulit mempercayai orang lain.


 Marsha, seorang penulis buku traveling yang belom pernah pergi ke Eropa. Menyukai hal-hal yang berbau kebebasan dan percaya di dunia ini seseorang pasti akan mendapatkan keberuntungan kalau mereka meyakini. Percaya mitos atau takhayul terutama pada cincin yang Ia kenakan.

Sinopsis dari film ini:
Laura hampir tidak pernah berpikir untuk bepergian keluar Jakarta. Apalagi semenjak empat tahun sebelumnya Ia telah menjadi orangtua tunggal untuk putri semata wayangnya.
Berbeda jauh dengan Marsha, sahabat Laura sang penulis buku travelling. Keinginannya untuk pergi ke Eropa untuk mengenang kematian ibunya.
"Hidup tuh singkat banget, kematian bisa dateng kapan aja dan gue gak mau mati sebelum ngewujudin impian gue" ungkap Marsha. Ungkapan inilah yang membuat Laura akhirnya mengiyakan perjalanan ke Eropa meskipun tak sepenuh hati diinginkannya.
Perjalanan dimulai, perselisihan-perselisihan kecil muncul. Aturan-aturan diterapkan Laura, dan Marsha dengan santainya mengiyakan. Perselihan semakin menajam ketika kemudian Marsha menyetujui membawa penumpang bernama Finn ikut mobil sewaan mereka.
Finn tak pernah sampai ke tempat tujuan bersama mereka. Laura mengusirnya, karena dianggap malah menyesatkan jalan mereka. Mereka tak bisa berbuat apa-apa. Serba salah. Ia memilih menjalani saja semua tanpa beban. Tiap kali Laura menghadapi kesulitan, Marsha tanpa banyak syarat membantu mereka mencari jalan keluar.
Persahabatan dari zaman SMA ternyata tidak menjamin keduanya sama-sama terbuka satu sama lain. Ada maksud yang tak mereka jelaskan dari perjalanan ini. Tanpa diketahui Marsha, Laura sebenarnya punya alasan khusus hingga akhirnya ia setuju ke Eropa.
Hal ini membuat mereka berada disatu titik pertengkaran yang hebat. Perjalanan ke Eropa tidak semulus yang mereka duga. Kejadian demi kejadian mebuat mereka sebenarnya menemukan apa yang mereka cari. Dari tiap negara yang mereka datangi membawa cerita dan kejutan tersendiri untuk mereka yang akhirnya tanpa mereka sadari itulah yang mereka cari. Itulah petualangan.
Semua yang terjadi di Belanda, Jerman, Austria dan Italia merupakan ujian dari apa yang mereka sebut dengan persahabatan. Pencarian makna cinta, makna hidup dan makna perjalanan yang sesungguhnya. Pada akhirnya mereka sadari, ada dua cerita untuk satu perjalanan, Perjalanan Laura & Marsha.



Di awal dari film ini diperlihatkan alur dari pengiriman sebuah surat dari luar negeri hingga sampai ditangan si penerima di Indonesia. Saya adalah anggota dari GetGlueID Community, dalam kegiatan kami adalah mengumpulkan koleksi stiker yang dapat diminta untuk dikirim kepada kami di Indonesia. Sudah hampir dua tahun saya tidak menerima stiker-stiker ini. Dan scene di awal film itu mengingatkan saya betapa inginnya segera mendapatkan kembali stiker-stiker tersebut.
Setelah menyaksikan film ini sebenarnya saya kurang tertarik dengan betapa indah dan mengagumkannya Eropa. Saya lebih tertarik untuk mengunjungi wisata-wisata di Indonesia.
Film ini kan mengisahkan tentang perjalanan, dan salah satu karakter juga seseorang yang bekerja di biro perjalanan. Kok tidak ditampilkan scene di bandara, di Indonesia atau pun di Belanda. Klo bahasa saya "kok ujug-ujug sampe di Amsterdam?" Apa karena tidak ada kerjasama dengan salah satu maskapai?
Selanjutnya saat diakhir dari pemutaran film ada sesi tanya jawab dengan sang Sutradara, Ia mengatakan saat syuting di Jerman berada di daerah dengan penggunaan bahasa Jerman yang tradisional, kok scene pengusiran Laura & Marsha dari gudang bir menggunakan bahasa Inggris dengan fasih?
Okey! satu scene yang bikin saya salut dengan akting kedua aktris dalam film ini tentunya dalan scene pertengkaran mereka. Dialognya wow!...
Bagi yang penasaran dengan film Laura & Marsha ini dapat disaksikan mulai tanggal 30 Mei 2013. Update mengenai film ini dapat diikuti melalui akun Twitter-nya @FilmLauraMarsha.
Trailer dari film Laura & Marsha:


Postingan populer dari blog ini

XL Home Pow! Layanan Internet Fiber dari XL Axiata

Menikmati Layanan Konten Premium KLIX TV yang Mengecewakan

Jadi Baik di Bulan Baik dengan Pake TCASH