Short Trip to Ragunan Zoo

Gambar
Jadwal operasional Taman Margasatwa Ragunan dimulai jam 07.30-16.00, Selasa-Minggu. Tarif pelayanan masuknya bagi pengunjung dewasa Rp4000 dan anak-anak Rp3000. Untuk kendaraan;  motor Rp3000, mobil Rp6000,  sepeda Rp1000, bus sedang Rp12.500, dan bus besar Rp15.000. Tarif ini berlaku tiap hari. Untuk tarif masuk wahana; Children Zoo, tiket untuk dewasa atau anak-anak Rp2500, Pusat Primata Schmutzer, dewasa atau anak-anak Rp6500 (di tengah pekan), Rp7500 (di akhir pekan), Kuda Tunggang, Rp5000/ satu kali keliling, dan Unta Tunggang Rp7500/ satu kali keliling. Semua opsi pembayaran hanya menggunakan JakCard yang dapat dibeli di tiap area masuk Taman Margasatwa Ragunan. Kartu JakCard dijual Rp65.000 dengan isi saldo sebesar Rp50.000 dan dijual Rp35.000 dengan isi saldo sebesar Rp20.000.

Selanjutnya saya akan membahas panduan bagaimana untuk menuju dan atau dari Ragunan ke tempat kalian. Dari tol Jagorawi ambil jalan keluar menuju Jl. Tol Lingkar Luar Jkt/Jl. Tol Tahi Bonar Simatupang/Tol P…

at Press Screening Hasduk Berpola


Sebelumnya saya sudah mencoba membahas film Hasduk Berpola dari Official Trailer-nya. Hari Rabu tanggal 13 Maret kemaren saya berkesempatan untuk ikut dalam acara Press Screening-nya. Dari tagline film ini "Bukti cinta seorang cucu pada kakeknya, akan membawa kepada sebuah peristiwa kebangsaan" akhirnya terjelaskan dalam film ini fokus utama hanya Budi dan Kakeknya (menurut rekan saya saat pembicaraan di sela-sela Press Conference seusai acara Screening). 
Karakter Budi yang saya bayangkan sebelum menonton tidak tergambarkan dalam film, justru rekan Budi (Kemal) yang selalu diajak untuk "bertarung" adalah karakter Budi yang saya bayangkan. Karakter Budi dalam film ini adalah seorang anak yang egois dengan gengsi yang tinggi. Dalam benak saya "Kok anak di daerah sudah sama dengan anak di ibukota?" 
Budi hidup dengan Ibu, adik dan kakeknya seorang veteran perang yang uang pensiunannya tidak kunjung cair karena ada masalah administrasi entah mengapa. Sang Kakek (Masnun) di awal film bekerja di tambang minyak bumi tradisional, Ia mengutarakan kepada temannya ingin berhenti bekerja di tambang tersebut. Dan Kakek pun akhirnya bekerja di tempat tambal ban entah milik siapa. Ibu Budi (Rahayu) bekerja di sebuah rumah makan yang setiap pulang ke rumah selalu membawa rawon sisa dari rumah makan.
Tiga kelakuan Budi yang tidak terpuji; Pertama saat Budi ingin meminta uang dari sang Kakek, ia langsung mengambil sendiri uang dari kotak uang sang Kakek di tempat tambal ban tanpa bilang, padahal sang Kakek ada dan sedang mengobrol dengan temannya. Kedua saat sang Ibu membawa rawon dengan isinya, Ia menghabiskan sendiri seluruh isinya dan menyisakan hanya kuahnya saja. Ketiga setelah selesai sholat di Masjid Ia langsung mengenakan sandal entah milik siapa dan bergegas meninggalkan Masjid. Teman-teman yang iba mengetahui Budi kekurangan uang untuk membeli kacu (dalam film ini disebut Hasduk) mengumpulkan semua uang yang mereka miliki, namun melihat Budi mengenakan sandal yang bukan miliknya mereka menyarankan untuk mengembalikannya. Justru Budi terlihat tidak bersalah telah mencuri sandal orang lain di Masjid. Semua teman-teman yang telah memberikan uang, akhirnya mengambil kembali uang mereka setelah muak dengan ulah Budi. Budi kemudian menjual sandal tersebut di pasar loak terdekat. Dari hasil menjual sandal Budi sempat makan di warung. Saat ia pikir uangnya cukup untuk membeli hasduk, ternyata sang Ibu Penjual telah menaikkan harganya. Budi mencoba mencari kekurangan uangnya tersebut dengan menjadi kuli angkut di pasar. 
Apakah Budi bergabung dengan kegiatan Pramuka akan mudah mengubah kelakuan buruknya itu?
Hingga akhir film pun banyak adegan yang menurut saya agak dipaksakan. Saya lebih suka jujur dan polosnya film anak-anak yang lain tanpa pakai embel-embel kegiatan tertentu. Film Hasduk Berpola akan mulai tayang tanggal 21 Maret 2013.







Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sinopsis Sang Kiai

Tunjang Produktivitas dengan Modern PC

Grand Wisata, Kota Mandiri dari Sinar Mas Land di Timur Jakarta