Savasa Deltamas, Hunian Kota Pintar Kolaborasi Sinar Mas Land dengan Panasonic di Kota Deltamas

Gambar
Kawasan Bekasi, Cikarang, Karawang hingga Purwakarta banyak ditempati oleh kawasan industri. Salah satu kawasan industri yang saya beserta teman-teman blogger lainnya kunjungi pada Sabtu, 15 September 2018 adalah Kota Deltamas. Yang telah dikembangkan sejak 20 tahun yang lalu oleh PT Puradelta Lestari, kota modern mandiri yang dibangun di atas lahan seluas 3177 hektar, yang di dalamnya ada kawasan pemukiman, kawasan komersial dan industri dengan standar internasional dengan berbagai fasilitas dan infrastruktur kelas dunia. Kota Deltamas sangat mudah diakses dari jalan tol Jakarta-Cikampek dengan akses utama di pintu KM 37 Cikarang Pusat.

Lihat postingan ini di Instagram

Padahal udah banyak mencoba merekam...cuma segini jadinya 😂 @savasa.deltamas @sinarmas_land #SavasaDeltamas #Sinarmasland Sebuah kiriman dibagikan oleh Hendra Gunawan (@ndraverne) pada 15 Sep 2018 jam 12:31 PDT
Dikembangkan oleh Sinar Mas La

A Couple Hour Before The Show


Sabtu, 12 Januari 2013 lalu saya termasuk salah satu peserta dari acara "100 Blogger Nonton Bareng Indonesia Mencari Bakat / IMB". 
Indonesia Mencari Bakat / IMB adalah program special dari TRANS TV yang ditayangkan secara langsung setiap hari Sabtu dan Minggu pukul 18.00. Mengulang kesuksesan sebelumnya, IMB memberikan kesempatan kepada putra putri bangsa Indonesia untuk menunjukan kemampuannya agar menjadi kebanggaan Indonesia. Acara Indonesia Mencari Bakat ini dapat disaksikan di Malaysia melalui televisi berbayar ASTRO. Sejak tanggal 29 Desember 2012, Indonesia Mencari Bakat resmi tayang di Malaysia.
Indonesia Mencari Bakat dipandu oleh Ananda Omesh dengan menghadirkan juri baru Syahrini yang cetar membahana, Dedy Corbuzier, Addie MS, dan Titie Sjuman serta beberapa juri tamu seperti Soimah, Choky Sitohang dll. Para juri ini memberikan saran serta masukan bagi para peserta Indonesia Mencari Bakat.

Ketertarikan saya mengikuti acara ini karena saya ingin mengikuti diskusi dengan tim kreatif Indonesia Mencari Bakat. Setiap tayangan yang ada di TRANS TV membuat saya salut dengan ide-ide yang dihasilkannya, walaupun ada beberapa tayangan yang menurut saya bukan suatu tindakan kreatif tetapi sudah melewati batas-batas norma yang berlaku di masyarakat. Iya, saya tidak ikut bertanya langsung kepada Sulistyo Hadi selaku Supervisor Marketing PR TRANS TV, Tegar Bangun selaku Produser Indonesia Mencari Bakat serta Teuku Muda selaku perwakilan tim kreatif program IMB. Banyak pertanyaan yang diajukan teman-teman Blogger dimulai dari bagaimana perlakuan peserta yang masih dalam masa sekolah, perhitungan pemenang via SMS hingga pemilihan singkatan IMB. Sampai Tegar Bangun selaku Produser IMB membuat kicauan seperti di bawah ini:

Setelah acara diskusi dengan Produser serta tim kreatif Indonesia Mencari Bakat selesai, ada beberapa peserta Indonesia Mencari Bakat yang telah siap berbagi pengalamannya selama mengikuti Indonesia Mencari Bakat ini. Mereka yang berbagi sore itu ada:
Foto bersama Josua Pangaribuan

Sandrina yang selalu siap di "Candid"
  • Josua Pangaribuan, seorang penyanyi yang berusia 13 tahun yang dilahirkan ditengah keluarga yang suka bernyanyi.
  • Sandrina Mazaya Azzahira, seorang penari tradisional yang telah mengikuti sanggar sejak usia 7 tahun. Ia telah bersekolah di kelas 6 Sekolah Dasar, tetapi ia anak yang pemalu untuk menceritakan kisahnya. Harus ditanya terlebih dahulu baru ia akan memberikan jawaban. Beda halnya untuk di potret, saya justru beberapa kali mencoba mengabadikan dirinya yang sedang di make-up secara "candid" Ia justru langsung siap mengarahkan wajahnya ke arah kamera.
  • Yohanna Harso, seorang pole dancer yang ingin mengubah citra negatif terhadap pole dance di Indonesia. Ia telah mendapatkan berbagai penghargaan di Singapura.
Acara terakhir yang paling menantang yaitu para Blogger ditantang untuk membuat tulisan dengan batas waktu selama lima menit, apa saja yang dapat kami tulis dengan batas waktu yang telah ditentukan itu. Saya menulis tentang "Bad Saturday" kenapa saya menuliskan judul itu, karena saat pagi hari saya terbangun, listrik tengah padam. Kapan saya harus update status di Path dengan memilih tombol "wake up"? Belom lagi baterai ponsel yang telah sekarat. Sampai batas waktu yang telah ditentukan berakhir, kami semua mengumpulkan karya kami. Oleh panitia acara diambil secara acak untuk dibacakan di depan kami semua apa yang telah di tulis.
Ini bukan ujian masuk TRANS TV loh!
Acara diskusi selesai saatnya menuju Studio 1 di lantai bawah, saya hanya ikut berfoto di lobby utama Gedung TRANS TV, saya tidak dapat mengikuti jalannya acara siaran langsung Indonesia Mencari Bakat, karena saya sudah berjanji dengan teman untuk menonton acara pensi di dekat rumah. Terima kasih teman-teman blogdetik dan TRANS TV atas acaranya.
posisi paling belakang, cuma terlihat wajah aja




Postingan populer dari blog ini

Menikmati Layanan Konten Premium KLIX TV yang Mengecewakan

Meriahnya Grand Launching Kopi Susu, Varian Terbarunya lapis Bogor Sangkuriang

Akhirnya E-KTP Pengganti Telah Tercetak