Suzuki All New Ertiga, MPV Pilihan Keluarga Indonesia

Gambar
Asyiknya...Saya dan teman-teman blogger mendapatkan undangan dari KOMPAS.com dan PT Suzuki Indomobil Sales untuk mengikuti test drive Suzuki All New Ertiga. Bertempat di Summarecon Mal Serpong, yang juga menjadi lokasi pameran mereka, area test drive, cukup dengan mengelilingi seputar mall. Dari laman resmi Suzuki Indomobil Motor, Suzuki All New Ertiga ini memiliki panjang keseluruhan mencapai 4.395 mm, lebar 1.735 mm dan tinggi 1.690 mm. Perbandingan dengan versi sebelumnya dengan panjang keseluruhan mencapai 4.265 mm, lebar 1.695 mm dan tinggi1.685 mm. Dengan ground clearance yang justru lebih rendah dari versi sebelumnya 185 mm, untuk versi terbaru 180 mm. Suzuki All New Ertiga tampil dengan penyegaran pada sisi eksteriornya . Pada tampilan depan terdapat beberapa penyegaran, meliputi New Front Bumper pada bagian bodi, , New Chrome Front Grill (tipe GL & GX), New Front Fog Lamp Bezel (tipe GX), dan New Black BezelFog Lamp yang telah dirancang khusus untuk penampilanSuzuki All…

Kawasan Edutainment di Pinggir Kali Ciliwung


Hari Sabtu tanggal 14 Juli kemaren saya berkesempatan menghadiri acara dari pihak Blue Bird Group. Bersama rekan-rekan dari Blogor perjalanan di awali dari "meeting point" Botani Square langsung menuju Kantor Pusat Blue Bird di Mampang. Dari sini kemudian bersama-sama undangan yang lain kami di bawa menuju ke Komunitas Ciliwung Condet, Balekambang - Jakarta.


Sesampainya di Komunitas Ciliwung Condet ini kami mendapatkan fasilitas free wifi yang di dukung tentunya oleh Blue Bird Group.




Kegiatan acara hampir semua berlangsung di tepian sungai, tepatnya di saung. Sambutan yang pertama di berikan oleh jagoan atau lebih di kenal dengan nama "Demang" sambil menyapa kami dan selalu disisipkan dengan pantun. Selanjutnya di pertontonkan parodi "Penyayang Kali Ciliwung Vs Pembuang Sampah Sembarang". Layaknya "Palang Pintu" di upacara pernikahan adat Jakarta adu pantun dan silat antara kedua kelompok berlangsung menghibur kami. Tapi kok saya melihatnya untuk memberikan penjelasan tentang bahayanya menbuang sampah sembarang ke kali harus melalui kekerasan seperti itu? Kalau cukup beradu pantun aja sih sepertinya cukup. Bang Kodir selaku ketua dari Komunitas Ciliwung Condet selanjutnya yang memberikan sambutan, Bang Kodir selesai di sambung dari Lingkar Studi Ular Indonesia (SIOUX) memaparkan tentang semakin sedikitnya ular sebagai bagian dari rantai makanan yang hidup di sungai. Satu persatu ular dari yang tidak berbisa sampai yang berbisa tinggi dipertunjukkan. Saya berani untuk "berkenalan" dengan ular-ular tersebut. Tapi, untuk yang berukuran besar saya tidak berani.



CIKIBER, Karang Taruna di sekitar komunitas ini yang fokus membuat anyaman koran, mereka pun tampak mengajari dari kami yang ingin belajar.
Acara yang terakhir yaitu menyusuri kali Ciliwung menuju kebun yang di tanami pohon salak, karena saya tidak kebagian untuk ikut masuk kedalam perahu karet, saya lebih banyak menunggu di saung sambil membayangkan kembali dahulu pernah beberapa tahun hidup di pinggir kali tepatnya di rumah nenek. Yang paling saya rindukan dari rumah pinggir kali itu bunyi derasnya air dan pohon bambu yang bergesakan satu dengan yang lain. Upaya menjaga pelestarian kali ini memang harus di dukung bukan hanya di Condet saja, tapi dari seluruh pemukiman sepanjang aliran kali ini mulai dari Bogor juga tentunya.

Postingan populer dari blog ini

Menjadi Saksi Lahirnya Jutawan Dari SOBATKU

Kampung Inspirasi Indocement

Bayar Sewa Film Metode Kartu Kredit dengan Jenius!