Mengawali Tahun Bersama Zenbook Terbaru

Gambar
Di awal tahun 2019 ini berkesempatan untuk hadir di peluncuran dari produk terbarunya ASUS dengan seri Zenbook , laptop premium paling ringkas di dunia. ASUS Indonesia menghadirkan ASUS Zenbook 13 UX333, Zenbook 14 UX433, dan Zenbook 15 UX533. Lini laptop terbaru ini ditenagai oleh prosesor Intel Core generasi ke-8 terbaru, yang menunjang kita untuk bekerja dan sebagai pusat hiburan. 

Jimmy Lin saat mempresentasikan laptop ini di acara peluncurannya menggunakan amplop cokelat tipis dengan di dalamnya terdapat ASUS Zenbook 13 UX333. Suatu pengenalan yang impresif bagi kami yang hadir langsung di acara. “Lini Zenbook terbaru kali ini bukan hanya sekadar canggih, tetapi juga sangat elegan berkat bezel-nya yang sangat tipis” Jimmy Lin, Regional Director ASUS South East Asia.
Dalam pengembangannya, ASUS membuat inovasi dengan laptop yang tipis, namun juga ringkas. Teknologi NanoEdge Display yang dihadirkan dalam seri Zenbook yang diluncurkan ini bezel-nya dibuat dengan ukuran hanya 2.8 hi…

Kawasan Edutainment di Pinggir Kali Ciliwung


Hari Sabtu tanggal 14 Juli kemaren saya berkesempatan menghadiri acara dari pihak Blue Bird Group. Bersama rekan-rekan dari Blogor perjalanan di awali dari "meeting point" Botani Square langsung menuju Kantor Pusat Blue Bird di Mampang. Dari sini kemudian bersama-sama undangan yang lain kami di bawa menuju ke Komunitas Ciliwung Condet, Balekambang - Jakarta.


Sesampainya di Komunitas Ciliwung Condet ini kami mendapatkan fasilitas free wifi yang di dukung tentunya oleh Blue Bird Group.




Kegiatan acara hampir semua berlangsung di tepian sungai, tepatnya di saung. Sambutan yang pertama di berikan oleh jagoan atau lebih di kenal dengan nama "Demang" sambil menyapa kami dan selalu disisipkan dengan pantun. Selanjutnya di pertontonkan parodi "Penyayang Kali Ciliwung Vs Pembuang Sampah Sembarang". Layaknya "Palang Pintu" di upacara pernikahan adat Jakarta adu pantun dan silat antara kedua kelompok berlangsung menghibur kami. Tapi kok saya melihatnya untuk memberikan penjelasan tentang bahayanya menbuang sampah sembarang ke kali harus melalui kekerasan seperti itu? Kalau cukup beradu pantun aja sih sepertinya cukup. Bang Kodir selaku ketua dari Komunitas Ciliwung Condet selanjutnya yang memberikan sambutan, Bang Kodir selesai di sambung dari Lingkar Studi Ular Indonesia (SIOUX) memaparkan tentang semakin sedikitnya ular sebagai bagian dari rantai makanan yang hidup di sungai. Satu persatu ular dari yang tidak berbisa sampai yang berbisa tinggi dipertunjukkan. Saya berani untuk "berkenalan" dengan ular-ular tersebut. Tapi, untuk yang berukuran besar saya tidak berani.



CIKIBER, Karang Taruna di sekitar komunitas ini yang fokus membuat anyaman koran, mereka pun tampak mengajari dari kami yang ingin belajar.
Acara yang terakhir yaitu menyusuri kali Ciliwung menuju kebun yang di tanami pohon salak, karena saya tidak kebagian untuk ikut masuk kedalam perahu karet, saya lebih banyak menunggu di saung sambil membayangkan kembali dahulu pernah beberapa tahun hidup di pinggir kali tepatnya di rumah nenek. Yang paling saya rindukan dari rumah pinggir kali itu bunyi derasnya air dan pohon bambu yang bergesakan satu dengan yang lain. Upaya menjaga pelestarian kali ini memang harus di dukung bukan hanya di Condet saja, tapi dari seluruh pemukiman sepanjang aliran kali ini mulai dari Bogor juga tentunya.

Postingan populer dari blog ini

Di Promo 12.12 Pertama Kali Menggunakan Aplikasi DANA

So Good Spicy Chicken Strip, Varian Terbaru dari So Good

Hidup Sehat Bersama G-SQUAD