Langsung ke konten utama

Mengenal Lebih Jauh Negeri di Atas Awan, Lebak Banten

Kawasan wisata terbaru yang kini menarik minat wisatawan lokal untuk berkunjung yakni Negeri di Atas Awan yang letaknya di daerah Ciusul, Citorek, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Bagi kalian warga Bogor yang ingin menuju ke Negeri di Atas Awan yang ada di Lebak ini jalur yang lebih cepat adalah melalui Jasinga. Untuk saat ini saya belum/tidak mengetahui ada yang membuka jasa perjalanan atau paket wisata dari Jakarta menuju ke Negeri di Atas Awan di Banten. Ada yang tertarik mengambil kesempatan ini? Kemungkinan besar cukup menjanjikan asal lingkungan wisata tersebut tetap terjaga seperti sebelum menjadi viral. Mari kita ambil contoh mengukur berapa lama perjalanan dari satu hotel menuju ke Negeri di Atas Awan. Estimasi untuk jarak tempuh dari Le Dian Hotel & Cottages menuju Negeri di Atas Awan, Lebak, Provinsi Banten adalah -3 jam 15 menit jika menggunakan mobil, -2 jam 58 menit jika menggunakan motor, dan -23 jam jika berjalan kaki. Berikut ini harga tiket masuk Negeri di Atas Aw…

History of Pocari Sweat


"Once upon a time" begitulah kira-kira klo bahasa Inggrisnya mengawali cerita ini. Dari Pabrik Otsuka Pharmaceutical di Tokushima pada tahun 1973. Akihito Otsuka, yang berumur 35 tahun pada waktu itu, menjabat sebagai Kepala Pabrik. Seorang generasi ketiga dari Otsuka Group, lebih tepatnya anak dari Masahito Otsuka, Presiden Direktur Otsuka Pharmaceutical kedua, sedang memeriksa langsung line produksi. Sang ayah adalah pencipta produk terkenal seperti obat oles Oronine H dan minuman Oronamin C yang membuat perusahaan menjadi sangat maju. Kemudian Akihito di dalam ruang kantornya bertekad untuk menciptakan minuman yang belum pernah ada dan mengembangkan produk yang dapat menjadi pilar perusahaan dengan tangannya sendiri. Pada pukul 13.23 Rokuro Harima, sang penanggung jawab pengembangan minuman atau biasa disebut “ahli rasa” atau klo dalam bidang minuman anggur disebut “sommelier” bahasa Jepangnya apa yaaa?, datang menemuinya untuk menawarkan ide mengembangkan cairan infus dijadikan sebagai

minuman. Berdasarkan pengalamannya di Mexico dalam rangka survey buah-buahan tropis untuk pengembangan minuman terbaru, Ia mengalami diare yang disebabkan situasi pengadaan air minum setempat yang buruk. Dimana pada saat itu ia terpaksa dirawat di sebuah Rumah Sakit kecil yang fasilitasnya terbatas. Oleh dokter ia tawari minuman soda. Sang dokter lalu menjelaskan “Karena diare, air dan zat tubuh berkurang secara drastis, kalau tidak menambah kadar air, tubuh akan dehidrasi”. Plus yang penting harus ditambah gizi, begitu lanjutnya. Klo aja ada cairan infus masalah ini pasti akan cepat teratasi. Rokuro Harima lalu mengingat sebuah peristiwa dimana ia melihat seorang dokter yang sehabis mengoperasi pasien berjam-jam kelelahan, meminum sebotol cairan infus untuk memulihkan kembali staminanya. Otsuka Pharmaceutical adalah penguasa pasar dalam negeri Jepang untuk produk cairan infus. Akihito Otsuka berkata “Belum saatnya”.


Berlanjut ke tahun 1976, Akihito Otsuka yang telah berumur 38 tahun pada saat itu, telah menjadi Presiden Direktur Otsuka Pharmaceutical yang ketiga, cerita kembali dimulai saat Rokuro Harima memasuki ruangannya, kali ini ia datang bersama seorang stafnya yang bernama Akihisa Takaichi berumur 33 tahun sebagai peneliti. Akihito Otsuka memanggil Rokuro Harima bersama stafnya untuk membahas ide yang diajukan oleh Rokuro Harima 3 tahun sebelumnya, Akihito Otsuka berkata “Inilah saatnya”. Pada tahun 1976 sedang nge-trend olahraga jogging, dan imbasnya alat-alat olahraga untuk jogging pun laris di pasaran. Akihito Otsuka ingin menciptakan minuman kesehatan dengan rasa yang tidak membosankan. Walaupun diminum tiap hari, harus terasa “enak di tenggorokan”. Rokuro Harima dan Akihisa Takaichi terus mendiskusikan itu sepanjang perjalanan dari ruang kantor Akihito Otsuka. Rokuro Harima memberikan tanggung jawab pengembangan kepada Akihisa Takaichi. Akhirnya Akihisa Takaichi mengadakan penelitian tentang komposisi keringat. Pertama ia pergi ke sauna kemudian mengumpulkannya. Lalu ia berjalan seputar perusahaan mengumpulkan keringat yang ia dapat. Setelah itu Ia membandingkan keringat dari dua kegiatan yang ia dapat tersebut. Ternyata di dapat nilai kadar garam di sauna lebih tinggi daripada hanya kegiatan biasa aja, ia ingin menciptakan minuman untuk menambah kadar tubuh dalam kehidupan sehari-hari. Ia pun akhirnya membuat minuman uji coba dengan komposisi keringat saat ia berjalan-jalan, kemudian ia langsung mempresentasikan kepada Rokuro Harima untuk di coba. Saat di coba rasanya pahit dan sulit untuk ditelan. Dalam komposisi keringat terdapat zat ion natrium yang menyebabkan rasa asin juga ion kalium & ion magnesium yang menyebabkan rasa pahit.



Rokuro Harima selalu mengingatkan Akihisa Takaichi bahwa minuman yang akan dibuat adalah minuman kesehatan. Kadar gulanya harus ditekan seminimal mungkin. Hampir semua minuman ringan saat itu kadar gulanya lebih dari 12%. Jadi minuman yang dibuat harus tidak pahit dan tidak terlalu manis. Hari, bulan dan tahun pun berlalu hingga Mei 1979 Rokuro Harima dan Akihisa Takaichi kembali menghadap Akihito Otsuka yang telah berumur 41 tahun pada saat itu. Mereka menguji minuman yang mereka buat setelah hampir 1000 jenis, kemudian datang seorang staf membawa minuman uji coba serbuk instan. Tampaknya kedua minuman ini masih jauh dari sempurna, Dengan inisiatif sendiri akhirnya Akihito Otsuka mencampur kedua minuman tersebut. Dan didapat rasa yang enak, rasa pahit minuman serbuk yang alami dari jeruk menutupi pahitnya minuman kesehatan uji coba mereka. Akihisa Takaichi meracik minuman kesehatan uji cobanya dengan beberapa jenis buah jeruk. Ia pun akhirnya menemukan rasa yang ia cari. Jeruk jenis yang mana? Buah apa itu sebenarnya? Itulah yang menjadi rahasia Otsuka Pharmaceutical hingga sekarang. Sampai pada tahap akhir, ia mempresentasikan duah buah minuman kesehatan uji cobanya dengan kadar gula 6.2% dan 7%. Para peneliti lain pun dilibatkan untuk mendapatkan hasil yang obyektif. Rokuro Harima mempunyai ide untuk mengajak para peneliti mendaki gunung dalam kota Tokushima, Bisan. Setelah mereka sampai di puncak bukit, mereka diajak untuk meminum 2 botol minuman kesehatan uji coba yang dibawa. Akhirnya di dapat “minuman kesehatan harus terasa enak diminum saat beraktivitas”. Akihito Otsuka selaku presiden direktur kemudian mengadakan rapat direksi untuk menguji coba minuman kesehatan bersama dengan direktur yang berjumlah delapan orang. Hampir keseluruhan dari mereka menolak minuman kesehatan itu untuk dipasarkan. Namun dengan keyakinannya sendiri, Akihito Otsuka akhirnya memutuskan Otsuka Pharmaceutical menjual produk itu dengan nama “Pocari Sweat”, kata Pocari artinya memiliki kesan menyegarkan dan kata Sweat yang artinya keringat dalam bahasa Inggris.



Penjualan Pocari Sweat dimulai pada bulan April 1980, Kepala Marketing Jiro Tanaka juga ikut mengunjungi toko-toko untuk memperkenalkan Pocari Sweat, di setiap toko yang ia singgahi selalu berkomentar yang sama “Rasanya tanggung, klo rasanya kaya begini bagaimana mau laku?”. Untuk langsung memperkenalkan kepada konsumen, dibuka kios diberbagai event. Tetapi reaksi konsumen sangat buruk sebagaimana yang dicemaskan direksi. Akihito Otsuka akhirnya memutuskan untuk membagi-bagikan dengan jumlah tak terbatas ke semua tempat, ke semua orang. Agar Pocari Sweat diminum berulang-ulang untuk dapat dirasakan keunggulannya. Ia ingin menciptakan pasar baru yang belum pernah ada, walaupun tidak bisa dijual pada awalnya. Dengan menghiraukan kerugian yang besar. Mensosialisasikan konsep produk dengan tepat daripada menjual produknya itu yang paling penting! Tim marketing pun berdiskusi untuk menentukan dimana tempat yang paling tepat untuk membagikan Pocari Sweat. Setelah dihitung mereka telah membagikan Pocari Sweat sejumlah lebih dari 30 juta kaleng. Akhirnya pada musim panas Pocari Sweat mulai laris. Pocari Sweat hingga sekarang telah dipasarkan di 16 negara termasuk Indonesia, cara awal pembagian gratis di Indonesia dimulai pada bulan Ramadhan, kemudian pada saat cukup banyak orang yang tertular deman berdarah. Cukup sekian kisah sukses perjuangan Pocari Sweat. Cheers!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Asia Pacific Predator League 2020 Dibuka! Lebih Seru dan Megah dengan Total Prize Pool US$400.000

Setelah menuai sukses dan menjadi ikon perhelatan kompetisi eSport terbesar di Asia Pasifik selama dua tahun berturut-turut (liputan tahun sebelumnya di sini dan di sini) tahun ini Acer kembali menyelenggarakan Asia Pacific Predator League 2020 yang lebih besar, spektakuler dan akan diikuti oleh semakin banyak talenta eSport. Negara yang berpartisipasi pun semakin banyak, menjadikan acara tahunan Acer ini semakin mendunia dan disukai oleh gamers mancanegara. Ribuan team di Asia Pasifik akan berpartisipasi untuk berlaga dalam dua kategori game yang dipertandingkan, yaitu DOTA 2 & Player Unknown’s Battlegrounds (PUBG).
Predator, brand dengan deretan perangkat gaming yang terlengkap, melalui Asia Pacific Predator League 2020 ini akan mengumpulkan para gamer dari 17 negara mulai dari Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand, Vietnam, Australia, India, Singapura, Hong Kong, Macau, Japan, Korea Selatan, Taiwan, Mongolia, Sri Lanka, Bangladesh, dan Myanmar. Para gamer yang bertarung untuk …

Di Promo 12.12 Pertama Kali Menggunakan Aplikasi DANA

Oke! Saya berkenalan dengan DANA bertepatan dengan penggunaan pertama kali di layanan pembelian tiket terbaru dari grup bioskop cinema21, tix.id. Selain tix.id saya juga menggunakan aplikasi bukalapak untuk bayar tagihan, jika ada promo yang sayangnya justru sering terbuang.
Selain DANA di tix.id dan bukapalak, juga ada DANA di BBM dan DANA di vidio.com.

Sejak di awal kehadirannya di bulan Maret 2018 (saya kutip dari berita di techinasiacom) DANA baru meluncurkan aplikasinya yang tersedia baik di android dan iOS di akhir tahun 2018 ini.
Dalam rangka promo 12.12 di tahun ini, pertama kalinya saya menggunakan aplikasi DANA untuk melakukan pembayaran. Sebelumnya saat memainkan Spin & Win yang promonya ternyata diperpanjang hingga 18 Desember 2018 saya mendapatkan 3 buah voucher makan yang dapat ditukarkan di KFC, Wendy's dan Hokben yang daftar store-nya dapat dilihat secara lengkap di aplikasi DANA.

Cara penggunaan aplikasinya cukup mudah dan cepat. Tinggal klik "BAYAR"…

Tunjang Produktivitas dengan Modern PC

Zaman kita sekarang ini bekerja itu bisa dibilang dapat di mana aja, seperti saya yang saat ini mengerjakan tulisan ini, saya tulis di rumah (kontrakan) baru saya di daerah Cilandak. Era yang dapat disebut sebagai eranya achievement.
Definisi dari modern Life productivity menurut Hadi Gunawan Sugito, Consumer Master Trainer Microsoft Indonesia dalam presentasinya  Organize your life, kita akan lebih bisa mengoptimasi kehidupan kita. Secure, zaman sekarang keamanan itu sangat penting. Data, contohnya di dalam telepon selular kita pastinya ada banyak, akan lebih penting lagi data apa yang ada di dalamnya.Unlock your creativity, zaman sekarang untuk mengoptimasi sebuah kreativitas orang tidak terbatas pada tempat atau device, tapi orang mau bekerja dengan device apa aja dia masih bisa menunjang sebuah prduktivitas. Pursue your passion, bagi teman-teman yang menghadiri acara ini tentunya sebagai orang yang gemar menulis.
Dengan adanya modern life, kita semua tidak berpatokan pada tempat …